Kenalkan Kembali Islam yang Toleran, RI Kirim 10 Santri ke China
Selasa, 26 November 2019 - 13:26 WIB
Kenalkan Kembali Islam yang Toleran, RI Kirim 10 Santri ke China
A
A
A
BEIJING - Indonesia dilaporkan mengirim setidaknya 10 santri ke China untuk memperkenalkan Islam yang toleran dan cinta damai. Pengiriman 10 santri ini diketahui adalah program bersama Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Ke 10 orang santri terpilih dari berbagai daerah diberangkatkan ke Beijing, China, kemarin. Mereka akan berada di Negeri Tirai Bambu itu selama 5 hari dan akan memperkenalkan lembaga pendidikan Islam Indonesia yang toleran, moderat, dan inklusif.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjawab stigma dan mispersepsi masyarakat internasional mengenai pendidikan Islam yangg sering diasosiasikan menjadi lahan subur bagi kelompok radikal.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Selasa (26/11/2019), selama di Beijing, para santri akan mengunjungi institusi-institusi dan melakukan pertemuan dengan beberapa asosiasi untuk berinteraksi langsung dengan keadaan China yang telah maju berbagai bidang namun tetap berhasil mempertahankan identitas ketimurannya.
"Sebagian agenda yang akan dijalani adalah dialog dengan Komunitas Muslim di Niujie, pertemuan dengan All China Youth Federation, dan kunjungan ke perusahaan-perusahaan e-commerce seperti Xiao Mi, Alibaba, Huawei dan JD.com," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Ke 10 orang santri terpilih dari berbagai daerah diberangkatkan ke Beijing, China, kemarin. Mereka akan berada di Negeri Tirai Bambu itu selama 5 hari dan akan memperkenalkan lembaga pendidikan Islam Indonesia yang toleran, moderat, dan inklusif.
Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjawab stigma dan mispersepsi masyarakat internasional mengenai pendidikan Islam yangg sering diasosiasikan menjadi lahan subur bagi kelompok radikal.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Selasa (26/11/2019), selama di Beijing, para santri akan mengunjungi institusi-institusi dan melakukan pertemuan dengan beberapa asosiasi untuk berinteraksi langsung dengan keadaan China yang telah maju berbagai bidang namun tetap berhasil mempertahankan identitas ketimurannya.
"Sebagian agenda yang akan dijalani adalah dialog dengan Komunitas Muslim di Niujie, pertemuan dengan All China Youth Federation, dan kunjungan ke perusahaan-perusahaan e-commerce seperti Xiao Mi, Alibaba, Huawei dan JD.com," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
(esn)