Presiden Trump: Saya Ingin Sidang Pemakzulan oleh Senat!

Sabtu, 23 November 2019 - 04:26 WIB
Presiden Trump: Saya...
Presiden Trump: Saya Ingin Sidang Pemakzulan oleh Senat!
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump tak gentar dengan penyelidikan pemakzulan dirinya yang sedang dilakukan oleh Kongres atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dia justru ingin diadili dalam sidang pemakzulan oleh Senat.

Sekadar diketahui proses final sebuah pemakzulan terhadap presiden Amerika berada di Senat. Kongres Amerika saat ini dikuasai Partai Demokrat, sedangkan Senat dikuasai Partai Republik—partai kendaraan politik Presiden Trump.

Kalau pun penyelidikan pemakzulan oleh Kongres berjalan mulus, namun Senat kemungkinan besar akan menolak semua pasal pemakzulan untuk menyelamatkan Trump.

Pemimpin Amerika itu mengatakan kepada program Fox & Friends bahwa dia ingin melihat impeachment atau pemakzulan oleh kubu Demokrat seperti "pekerjaan gila" yang disaksikan Adam Schiff. Schiff adalah Ketua Komite Intelijen DPR yang berambisi menggulingkan Trump.

"Saya menginginkan sidang," katanya seperti dikutip Fox News, Sabtu (23/11/2019). "Saya ingin melihat Adam Schiff bersaksi tentang whistleblower—yang merupakan whistleblower palsu," imbuh Presiden Amerika tersebut merujuk pada sosok pelapor yang diklaim membocorkan panggilan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam kontak telepon itu, Trump disebut menekan Zelensky agar menyelidiki rival politiknya, Joe Biden dan putranya Hunter Biden atas dugaan korupsi di perusahaan gas yang beroperasi di Ukraina. Jika laporan itu benar, maka Trump terindikasi menyalahgunakan kekuasaan melalui asing untuk menjatuhkan rival politik di dalam negeri. Penyalahgunaan kekuasaan merupakan salah satu tindakan yang bisa membuat seorang presiden dimakzulkan.

Presiden Amerika itu mengatakan Adam Schiff melakukan "pekerjaan gila". "Yang paling ingin saya bersaksi adalah Schiff...dan yang paling ingin saya ketahui adalah, mengapa ia membuat pernyataan saya?," katanya.

Presiden juga mengatakan dia ingin whistleblower misterius bersaksi, dan mengaku sudah tahu identitasnya. Trump kemudian memarahi tuan rumah program Fox & Friends karena tidak tahu sosok whistleblower tersebut.

Sepanjang wawancara telepon, Trump membanggkan kemenangan pemilihan presiden (pilpres)-nya tahun 2016 atas Hillary Clinton dan menyebut Ketua DPR Nancy Pelosi sosok "kutu busuk" yang "gila".
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
14 menit yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
1 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
3 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved