Korut Sebut Trump Terlalu Banyak Omong
Selasa, 19 November 2019 - 15:22 WIB
Korut Sebut Trump Terlalu Banyak Omong
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) menyebut Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump bicara terlalu banyak mengenai pembicaraan denuklirisasi, yang selalu diklaim sebagai keberhasilan Washington. Pyongyang juga kembali mengatakan, mereka berharap mendapatkan kompensasi klaim tersebut.
"Kami tidak ada yang mendesak dan tidak berniat untuk duduk di atas meja dengan AS yang rumit. Kami mengharapkan kompensasi untuk setiap pencapaian administratif yang Presiden AS bicarakan terlalu banyak selama lebih dari setahun terakhir," kata pejabat Korut, Kim Yong Chol.
"Adalah mungkin untuk berkonsultasi (tentang) denuklirisasi hanya ketika pembangunan kepercayaan antara Korut dan AS berjalan terlebih dahulu dan semua ancaman terhadap keamanan dan pengembangan DPRK dihilangkan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (19/11/2019).
Sementara itu, sebelumnya, penasehat Kementerian Luar Negeri, Korut Kim Kye-gwan mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan menawarkan apapun pada Trump tanpa mendapat imbalan.
"Kami tidak lagi tertarik dengan pembicaraan seperti itu yang tidak membawa apa-apa kepada kami. Karena kita tidak mendapat imbalan apa pun, kita tidak akan lagi memberi Trump sesuatu yang dapat dia banggakan, tetapi mendapatkan kompensasi atas keberhasilan yang dibanggakan oleh Trump sebagai pencapaian administratifnya," ucapnya.
"Jika AS tidak benar-benar ingin membiarkan dialog dengan kami, mereka harus membuat keputusan mencabut kebijakan permusuhan yang memandang kami sebagai musuh," imbuhnya.
"Kami tidak ada yang mendesak dan tidak berniat untuk duduk di atas meja dengan AS yang rumit. Kami mengharapkan kompensasi untuk setiap pencapaian administratif yang Presiden AS bicarakan terlalu banyak selama lebih dari setahun terakhir," kata pejabat Korut, Kim Yong Chol.
"Adalah mungkin untuk berkonsultasi (tentang) denuklirisasi hanya ketika pembangunan kepercayaan antara Korut dan AS berjalan terlebih dahulu dan semua ancaman terhadap keamanan dan pengembangan DPRK dihilangkan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (19/11/2019).
Sementara itu, sebelumnya, penasehat Kementerian Luar Negeri, Korut Kim Kye-gwan mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan menawarkan apapun pada Trump tanpa mendapat imbalan.
"Kami tidak lagi tertarik dengan pembicaraan seperti itu yang tidak membawa apa-apa kepada kami. Karena kita tidak mendapat imbalan apa pun, kita tidak akan lagi memberi Trump sesuatu yang dapat dia banggakan, tetapi mendapatkan kompensasi atas keberhasilan yang dibanggakan oleh Trump sebagai pencapaian administratifnya," ucapnya.
"Jika AS tidak benar-benar ingin membiarkan dialog dengan kami, mereka harus membuat keputusan mencabut kebijakan permusuhan yang memandang kami sebagai musuh," imbuhnya.
(esn)