Mahathir: ASEAN Harus Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-China

Sabtu, 02 November 2019 - 16:08 WIB
Mahathir: ASEAN Harus...
Mahathir: ASEAN Harus Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-China
A A A
BANGKOK - Negara-negara Asia Tenggara harus bersatu dalam menghadapi perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pernyataan itu diungkapkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad di awal konferensi tingkat tinggi (KTT) Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di tengah bayangan konflik AS-China.

Meski demikian, saat para pemimpin 10 negara anggota ASEAN bertemu di Bangkok, belum ada tanda-tanda mereka telah menyelesaikan kesepakatan dagang yang didukung China yang dapat menciptakan wilayah perdagangan bebas terbesar di dunia.

"Kita tidak ingin masuk dalam perang dagang. Tapi kadang saat mereka tidak baik pada kita, kita harus tidak baik pada mereka," ungkap Mahathir, 94, saat pertemuan bisnis di sela rapat utama.

Terkait Trump yang menaikkan tarif pada impor dari China untuk mengurangi defisit perdagangan AS, Mahathir menyatakan, "Jika orang itu tidak di sana, mungkin di sana akan berubah."

Draf pernyataan akhir untuk KTT ASEAN yang dilihat Reuters menyatakan, "Para pemimpin ASEAN sangat khawatir dengan meningkatnya ketegangan dagang dan proteksionisme serta sentimen anti-globalisasi yang terus berlanjut."

Para diplomat menyatakan perdagangan menjadi topik utama KTT ASEAN dengan sedikit membahas isu lain seperti sengketa maritim dengan China di Laut China Selatan dan pengungsi Rohingya dari Myanmar.

"Kita ingin perdamaian ekonomi global," tutur Arin Jira, ketua Dewan Penasehat Bisnis ASEAN, lembaga yang dibentuk oleh ASEAN.
(sfn)
Berita Terkait
5 Fakta KTT ASEAN di...
5 Fakta KTT ASEAN di Malaysia, dari Keanggotaan Timor Leste hingga Perdamaian Kamboja-Thailand
Dilirik Para Pemimpin...
Dilirik Para Pemimpin Dunia, Pengaruh Geopolitik ASEAN Makin Perkasa
Timor Leste Resmi Jadi...
Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN, Xanana Gusmao: Babak Baru yang Menginspirasi
3 Alasan Timor Leste...
3 Alasan Timor Leste Baru Bergabung ASEAN pada 2025, dari Pembangunan hingga Menjaga Stabilitas
Jokowi: Saya Tak Ingin...
Jokowi: Saya Tak Ingin Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Hanya Jadi Mantra Kosong
Peran Aktif Indonesia...
Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
2 menit yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
1 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
2 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved