Evo Morales Janjikan Pemilu Putaran Kedua Jika Ada Kecurangan

Minggu, 27 Oktober 2019 - 13:28 WIB
Evo Morales Janjikan...
Evo Morales Janjikan Pemilu Putaran Kedua Jika Ada Kecurangan
A A A
LA PAZ - Presiden Bolivia Evo Morales bersumpah akan menggelar pemilu putaran kedua jika ditemukan kecurangan dalam penghitungan suara yang memberinya kemenangan mutlak. Namun ia juga memperingatkan pedesaan yang mendukungnya akan mengepung kota jika mereka yang kontra terus memprotes dirinya terpilih kembali untuk masa jabatan keempat.

Morales telah menghadapi hampir satu minggu aksi demonstrasi di jalan-jalan di kota-kota besar. Tekanan internasional juga meningkat agar ia melakukan pemungutan suara ulang atas saingan terdekatnya Carlos Mesa guna mengembalikan kredibilitas pada pemilu yang dipenuhi dengan tuduhan kecurangan.

Dalam pidatonya di wilayah Cochabamba, sebuah basis pendukungnya, Morales mengundang negara-negara di kawasan itu yang menyerukan agar dia mengadakan pemilihan putaran kedua - Amerika Serikat (AS), Brazil, Argentina, Kolombia - untuk mengambil bagian dalam audit dari penghitungan resmi.

"Mari kita lakukan audit suara dengan suara," kata Morales di sebuah acara militer yang disiarkan di TV pemerintah.

"Saya akan bergabung (audit). Jika ada penipuan, pada hari berikutnya kami akan mengadakan pemilihan putaran kedua," ia menambahkan dalam komentar yang disiarkan di TV pemerintah seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/10/2019).

Namun dia kemudian mengatakan pada acara berbeda di Cochabamba bahwa kelompok utama dari basis sosialnya, Conalcam, berencana untuk mengirim para pendukungnya untuk menghadang kota-kota yang telah melakukan pemogokan menentang terpilihnya ia kembali.

"Ada rencana," kata Morales setelah bertemu dengan komite Conalcam setempat.

“Jika mereka ingin melakukan serangan, tidak masalah. Kami akan bergabung dengan mereka dengan mengepung kota. Mari kita lihat apakah mereka bisa menerimanya," kata Morales menyemangati kerumunan pendukungnya.

Komentar tersebut mengindikasikan bahwa Morales, yang secara luas dikenal sebagai "Evo" di Bolivia, akan mengadopsi pendekatan yang lebih keras terhadap kritik di dalam negeri daripada di luar negeri.

"Evo sedang berada dalam krisis eksistensial secara politis," kata analis politik Bolivia Marcelo Arequipa, menambahkan bahwa partai politiknya, MAS, terpecah tentang bagaimana melanjutkannya.

"Sepertinya dia tidak punya strategi," imbuhnya.

Mesa, seorang mantan presiden, mengatakan para pendukungnya membentuk komisi untuk menekan masyarakat internasional agar tidak mengakui hasil pemilu.

Brasil, mitra dagang terbesar Bolivia yang terkurung daratan, telah mengatakan tidak akan mengakui kemenangan Morales sampai kelompok regional Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) menyelesaikan audit penghitungan suara yang belum dimulai.

Uni Eropa dan OAS yang berbasis di Washington, keduanya mengirim misi pengamat ke Bolivia, juga telah mendorong Morales untuk mengadakan pemilihan putaran kedua untuk meredakan kerusuhan baru-baru ini. Sedangkan Venezuela, Kuba dan Meksiko telah mengirimkan ucapan selamat kepada Morales atas kemenangannya.

Para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan di bagian Ibu Kota yang berada di dataran tinggi La Paz pada hari Sabtu, meneriakkan "penipuan" dan mengibarkan bendera merah kuning dan hijau Bolivia ketika pemogokan anti-pemerintah berlanjut di berbagai kota.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Bolivia Tuduh...
Presiden Bolivia Tuduh Elon Musk Terlibat Kudeta Bolivia
Hari Perempuan Bolivia...
Hari Perempuan Bolivia Dirayakan dengan Pagelaran Busana Napi Penjara Obrajes
Setahun di Pengasingan,...
Setahun di Pengasingan, Evo Morales Kembali ke Bolivia
Incar Cadangan Lithium,...
Incar Cadangan Lithium, Inggris Dilaporkan Dukung Kudeta Bolivia
Brasil Pesta Gol ke...
Brasil Pesta Gol ke Gawang Bolivia
Jet Tempur Bolivia Jatuh...
Jet Tempur Bolivia Jatuh Timpa Rumah Penduduk, Satu Tewas
Berita Terkini
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
34 menit yang lalu
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
8 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
9 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
10 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
11 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved