China Tanggapi Pence: AS Harus Urus Masalahnya Sendiri
Jum'at, 25 Oktober 2019 - 17:26 WIB
China Tanggapi Pence: AS Harus Urus Masalahnya Sendiri
A
A
A
BEIJING - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menanggapi pidato Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence bahwa Washington harus mengatasi masalahnya sendiri seperti kekerasan senjata daripada mengarahkan kemarahan pada Beijing.
Pence menuduh China membatasi hak dan kebebasan di Hong Kong. Dia juga mengkritik perusahaan AS, Nike dan National Basketball Association yang lebih menuruti keinginan China terkait kebebasan berbicara. Dia juga memuji Taiwan sebagai mercusuar demokrasi dan mengkritik China atas perlakuan pada Muslim Uighur di Xinjiang.
Juru bicara Kemlu China Hua Chunying menyatakan pidato Pence itu penuh kebohongan dan prasangka sehingga membuat Beijing marah. China menegaskan kedaulatan dan keamanannya serta tak membicarkan siapa pun ikut campur dalam masalah internal di Hong Kong, Taiwan, atau Xinjiang.
"Sejumlah politisi dengan Pence di kepalanya memiliki kebingungan hitam dengan putih dalam isu itu, membuat pernyataan tak bertanggung jawab dan menciptakan rumor untuk memfitnah pihak lain," papar Hua.
Hua menganggap Pence arogan terhadap negara lain dan menutup mata pada berbagai masalah di negaranya sendiri. "Dari pemantauan skala besar 'Prismgate' hingga penembakan yang sering dan serius, dari diskriminasi ras hingga kesenjangan antara kaya dan miskin yang semakin parah, dari berbagai sanksi terhadap negara lain, penarikan dari kesepakatan internasional, traktat, dan moralitas serta kepercayaan yang sejak lama hilang," papar Hua, dilansir Reuters.
Menurut Hua, sejumlah orang di AS perlu bercermin di kaca, mengakui masalah mereka sendiri dan mengelola masalahnya dengan lebih baik.
Pence menuduh China membatasi hak dan kebebasan di Hong Kong. Dia juga mengkritik perusahaan AS, Nike dan National Basketball Association yang lebih menuruti keinginan China terkait kebebasan berbicara. Dia juga memuji Taiwan sebagai mercusuar demokrasi dan mengkritik China atas perlakuan pada Muslim Uighur di Xinjiang.
Juru bicara Kemlu China Hua Chunying menyatakan pidato Pence itu penuh kebohongan dan prasangka sehingga membuat Beijing marah. China menegaskan kedaulatan dan keamanannya serta tak membicarkan siapa pun ikut campur dalam masalah internal di Hong Kong, Taiwan, atau Xinjiang.
"Sejumlah politisi dengan Pence di kepalanya memiliki kebingungan hitam dengan putih dalam isu itu, membuat pernyataan tak bertanggung jawab dan menciptakan rumor untuk memfitnah pihak lain," papar Hua.
Hua menganggap Pence arogan terhadap negara lain dan menutup mata pada berbagai masalah di negaranya sendiri. "Dari pemantauan skala besar 'Prismgate' hingga penembakan yang sering dan serius, dari diskriminasi ras hingga kesenjangan antara kaya dan miskin yang semakin parah, dari berbagai sanksi terhadap negara lain, penarikan dari kesepakatan internasional, traktat, dan moralitas serta kepercayaan yang sejak lama hilang," papar Hua, dilansir Reuters.
Menurut Hua, sejumlah orang di AS perlu bercermin di kaca, mengakui masalah mereka sendiri dan mengelola masalahnya dengan lebih baik.
(sfn)