Media Asing Soroti Masuknya Prabowo dalam Kabinet Jokowi

Rabu, 23 Oktober 2019 - 12:40 WIB
Media Asing Soroti Masuknya...
Media Asing Soroti Masuknya Prabowo dalam Kabinet Jokowi
A A A
JAKARTA - Sejumlah media asing turut memberitakan pengumuman kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, sorotan lebih diberikan kepada Prabowo Subianto mantan rival Presiden Jokowi sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi secara resmi telah mengumumkan dan melantik nama-nama menteri yang akan mengisi kabinetnya dalam lima tahun ke depan. Dari sekian nama tersebut terselip nama Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Masuknya Prabowo dalam Kabinet Indonesia Maju mendapat perhatian khusus dari media asing. Salah satunya Reuters. Reuters mengangkat judul 'Indonesia Cabinet Unveiled, Includes President's Main Rival' dalam pemberitaannya. Jika diartikan, Kabinet Indonesia Diumumkan, Rival Utama Presiden Masuk Didalamnya.

Dalam pemberitaannya, Reuters menyoroti rivalitas yang begitu keras antara Prabowo dengan Jokowi dalam pemilu presiden lalu.

"Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal yang kontroversial merupakan pemimpin oposisi dalam masa jabatan pertama Widodo dan satu-satunya penantang dalam pemilu presiden yang sengit pada April lalu," tulis Reuters yang dipantau Sindonews, Rabu (23/10/2019).

Menurut Reuters, masukan Prabowo dalam kabinet Jokowi juga menimbulkan kontroversi bagi pendukung presiden. Prabowo awalnya menolak mengakui kekalahannya dalam pilpres April lalu, dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menyebut pilpres diwarnai dengan kecurangan yang sistematis dan penyalahgunaan kekuasaan.

Namun setelah MK menolak gugatannya, Prabowo kemudian bertemu dengan Jokowi di sejumlah kesempatan, salah satunya di stasiun MRT Lebak Bulus beberapa waktu lalu. Dengan masuknya Prabowo ke kabinet, Jokowi kini telah mendapatkan dukungan sekitar 74% kursi di parlemen, termasuk Partai Gerindra yang nahkodai Prabowo.

Media asing lain yang juga menyoroti masuknya Prabowo adalah Channel News Asia (CNA). Dalam pemberitaanya, CNA mengutip peringatan kelompok hak asasi manusia, Amnesty International Indonesia, yang meminta Jokowi untuk tidak menunjuk Prabowo. AI mengatakan penunjukkan Prabowo sebagai menteri akan menandai hari yang gelap bagi hak asasi manusia.

Prabowo adalah mantan menantu mendiang Presiden Soeharto. Ia dituduh melakukan penculikan dan penghilangan beberapa aktivis pro demokrasi yang berujung pada aksi demonstrasi jalanan besar-besaran yang menjatuhkan rezim Orde Baru pada tahun 1998.

"Namun Prabowo tidak pernah didakwa sehubungan dengan tuduhan tersebut," tulis CNA.
(ian)
Berita Terkait
Sampaikan Outlook Perekonomian...
Sampaikan Outlook Perekonomian Indonesia, Jokowi Pamer Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, Indonesia-Iran Bahas Geopolitik Dunia
Pengamat Militer: Jokowi...
Pengamat Militer: Jokowi Harus Stop Cawe-Cawe Terlalu Jauh
Otoritarianisme di Indonesia...
Otoritarianisme di Indonesia Diprediksi Makin Kuat Pada 2021
Presiden Jokowi Kunjungi...
Presiden Jokowi Kunjungi Hannover Messe 2023 dan Resmikan Paviliun Indonesia
Perjuangkan Kebebasan...
Perjuangkan Kebebasan Palestina, Jokowi Sebut Indonesia Konsisten Politik Bebas Aktif
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
10 menit yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
1 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
2 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
3 jam yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
3 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved