Kerahkan Rudal Nuklir, Putin Pimpin Langsung Latihan Perang Terbesar Rusia

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 05:57 WIB
Kerahkan Rudal Nuklir,...
Kerahkan Rudal Nuklir, Putin Pimpin Langsung Latihan Perang Terbesar Rusia
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin kapasitasnya sebagai panglima mengawasi secara langsung latihan perang besar-besaran negara itu yang melibatkan kapal selam, pembom dan peluncur darat. Ia mengawasi dari Pusat Kontrol Pertahanan Nasional, markas besar Departemen Pertahanan Rusia.

Rusia telah menguji ketiga komponen triad nuklirnya guna memastikan jika sesuatu yang buruk terjadi dan tengah berada di bawah ancaman, negara itu akan memiliki banyak cara untuk menanggapi agresi asing.

Uji serentak dari berbagai senjata nuklir taktis dan strategis di gudang senjata Rusia dilakukan saat ia mengakhiri latihan militer besar-besaran yang disebut 'Grom-2019' ('Thunder' dalam bahasa Inggris). Latihan ini melibatkan sekitar 12.000 tentara, ratusan peluncur rudal dan pesawat terbang, dan hampir dua lusin kapal dan kapal selam seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (18/10/2019). (Baca juga: Rusia Latihan Perang Besar, Libatkan Rudal Antarbenua RS-24 Yars )

Kapal selam strategis yang disediakan oleh armada Rusia Utara dan Pasifik menembakkan rudal strategis jarak jauh Sineva mereka di dua rentang sasaran yang terletak di wilayah Arkhangelsk di Rusia barat laut dan di wilayah Timur Jauh Kamchatka.

Angkatan Laut juga menembakkan rentetan rudal jelajah Kalibr dari Laut Barents dan Laut Kaspia.

Sebuah rudal balistik antarbenua Yars ditembakkan dari peluncur darat yang dikerahkan di komoditas militer Plesetsk. Rudal itu melakukan perjalanan sekitar 6.000 km timur sebelum mencapai target yang dimaksudkan di Kamchatka.

Sementara itu sistem rudal taktis Iskander di Rusia selatan dan timur melakukan peluncuran uji coba sendiri.

Di udara, pembom jarak jauh Tu-95MS menyelesaikan bagian mereka dari latihan, menembakkan rudal jelajah berkemampuan nuklir pada sasaran di wilayah Komi di Rusia utara dan di Kamchatka.

Latihan ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan militer Rusia guna mengorganisir respon di seluruh negara terhadap krisis militer yang cukup signifikan yang pantas menggunakan senjata nuklir. Doktrin militer Rusia mengatakan itu bisa terjadi hanya jika negara itu sedang diserang nuklir atau jika ada invasi militer besar-besaran yang dapat mengakhiri keberadaannya.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
22 menit yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
2 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
3 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved