Militer Irak Akui Gunakan Kekuatan Berlebih Saat Tangani Aksi Demo

Selasa, 08 Oktober 2019 - 01:51 WIB
Militer Irak Akui Gunakan...
Militer Irak Akui Gunakan Kekuatan Berlebih Saat Tangani Aksi Demo
A A A
BAGHDAD - Militer Irak akhirnya mengakui telah menggunakan "kekuatan berlebihan" saat menangani aksi demonstrasi yang telah berlangsung selama satu pekan. Sebelumnya, pemerintah Irak membantah tudingan yang menyebut aparat keamanan telah melepaskan tembakan langsung ke arah demonstran, yang menyebabkan lebih dari seratus demonstran tewas.

"Kekuatan berlebihan di luar aturan telah digunakan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini," sebut pernyataan militer Irak, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi telah memerintahkan pasukan itu untuk digantikan dengan unit Polisi Federal dan Dinas Intelijen untuk membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Ini adalah pertama kalinya sejak protes pecah, pasukan keamanan mengakui menggunakan tindakan yang tidak proporsional.

Sebelumnya, Mahdi bersikeras bahwa pihaknya telah bertindak "dalam standar internasional" dalam menangani aksi demonstrasi di Baghdad dan sejumlah kota lainnya di Irak. Sejak aksi demonstrasi massal itu meletus, lebih dari 100 orang telah terbunuh dan beberapa ribu lainnya terluka. Para saksi mata melaporkan, aparat menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru tajam untuk mengatasi para demosntran.

Pada Minggu (6/10) malam, sebuah protes massa di Kota Sadr, Baghdad timur menyebabkan bentrokan yang menurut petugas medis dan keamanan menewaskan 13 orang. Dalam video yang didistribusikan di media sosial, para pemrotes dapat terlihat merunduk di jalan-jalan yang berserakan dengan ban terbakar, ketika sebuah tembakan senjata dan diduga senjata berat terdengar.

Terus jatuhnya korban jiwa dalam aksi massa di Irak telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, termasuk PBB. Pemerintah Irak diminta tidak menggunakan kekuatan berlebihan dalam mengatasi aksi demonstrasi.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
27 menit yang lalu
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
1 jam yang lalu
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
1 jam yang lalu
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
1 jam yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
2 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved