Bahas Program Nuklir, Delegasi AS-Korut Bertemu di Swedia
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 19:31 WIB
Bahas Program Nuklir, Delegasi AS-Korut Bertemu di Swedia
A
A
A
STOCKHOLM - Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) dilaporkan melakukan pertemuan di Ibu Kota Swedia, Stockholm. Pertemuan yang berlangsung di sebuah gedung konferensi di pinggiran Stockholm itu dimaksudkan untuk mengakhiri kebuntuan yang ada.
Pertemuan itu akan menjadi pembicaraan tingkat kerja formal pertama sejak Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong Un bertemu pada Juni dan sepakat untuk memulai kembali perundingan yang macet setelah pertemuan puncak gagal di Vietnam pada Februari.
Melansir Reuters pada Sabtu (5/10/2019), polisi telah tempat menutup komplek, di mana delegasi yang dipimpin oleh Perwakilan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun dan Korut, Kim Myong Gil diperkirakan akan bertemu.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pembicaraan nuklir yang direncanakan dengan Korut akan tetap dilanjutkan. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran banyak pihak soal akan mandeknya perundingan nuklir, pasca peluncuran terbaru rudal balistik yang dilakukan Korut beberapa hari lalu.
"Mereka ingin berbicara dan kami akan berbicara dengan mereka," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ini adalah tanggapan pertama Trump usai uji coba rudal yang diduga banyak pihak diluncurkan Korut dari kapal selam.
"Kita akan lihat," tambah Trump, ketika ditanya apakah tes nuklir Korut adalah sebuah tindakan yang dianggapnya sudah terlalu melewati batas. Peluncuran itu adalah yang paling penting, sejak Pyongyang pertama kali memulai dialog dengan Washington pada 2018 tentang tekanan untuk melepaskan senjata nuklirnya.
Trump juga mengatakan, dia melihat tidak ada masalah dengan serangkaian tes roket jarak pendek yang dilakukan sebelumnya oleh Korut. Menurut Trump, hubungan pribadinya dengan pemimpin Kim Jong-un tetap baik hingga kini.
Pertemuan itu akan menjadi pembicaraan tingkat kerja formal pertama sejak Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong Un bertemu pada Juni dan sepakat untuk memulai kembali perundingan yang macet setelah pertemuan puncak gagal di Vietnam pada Februari.
Melansir Reuters pada Sabtu (5/10/2019), polisi telah tempat menutup komplek, di mana delegasi yang dipimpin oleh Perwakilan Khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun dan Korut, Kim Myong Gil diperkirakan akan bertemu.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa pembicaraan nuklir yang direncanakan dengan Korut akan tetap dilanjutkan. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran banyak pihak soal akan mandeknya perundingan nuklir, pasca peluncuran terbaru rudal balistik yang dilakukan Korut beberapa hari lalu.
"Mereka ingin berbicara dan kami akan berbicara dengan mereka," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Ini adalah tanggapan pertama Trump usai uji coba rudal yang diduga banyak pihak diluncurkan Korut dari kapal selam.
"Kita akan lihat," tambah Trump, ketika ditanya apakah tes nuklir Korut adalah sebuah tindakan yang dianggapnya sudah terlalu melewati batas. Peluncuran itu adalah yang paling penting, sejak Pyongyang pertama kali memulai dialog dengan Washington pada 2018 tentang tekanan untuk melepaskan senjata nuklirnya.
Trump juga mengatakan, dia melihat tidak ada masalah dengan serangkaian tes roket jarak pendek yang dilakukan sebelumnya oleh Korut. Menurut Trump, hubungan pribadinya dengan pemimpin Kim Jong-un tetap baik hingga kini.
(esn)