Kerusuhan Meluas, Irak Berlakukan Jam Malam dan Blokir Internet

Kamis, 03 Oktober 2019 - 15:20 WIB
Kerusuhan Meluas, Irak...
Kerusuhan Meluas, Irak Berlakukan Jam Malam dan Blokir Internet
A A A
Otoritas Irak memberlakukan jam malam di Ibu Kota Baghdad setelah bentrokan hari kedua antara demonstran anti pemerintah dan pasukan keamanan.

Jam malam akan tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut. Jam malam sendiri telah diumumkan di tiga kota lain seiring terjadinya aksi protes atas kurangnya pekerjaan, layanan umum yang buruk dan meningkatnya korupsi.

"Semua kendaraan dan individu dilarang untuk beraktivitas di Baghdad mulai pukul 05:00 (waktu setempat)," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi, seperti dikutip dari BBC, Kamis (3/10/2019).

Pernyataan itu memberikan pengecualian bagi wisatawan yang ke dan dari bandara kota, ambulans, pegawai pemeirntah di rumah sakit, departemen listrik dan air, serta peziarah agama.

Sementara jam malam telah diberlakukan di kota-kota sebelah selatan seperti Nasiriya, Amara dan Hilla.

Selain itu platform media sosial dan akses internet telah diblokir di beberapa daerah. Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram dan aplikasi sosial dan olahpesan lainnya diblokir oleh beberapa penyedia internet mulai pukul 15:30 waktu setempat pada hari Rabu, demikian laporan situs Netblocks.

"Kami menuntut perubahan, kami ingin kejatuhan seluruh pemerintah," kata seorang pengunjuk rasa di Baghdad, yang ingin tetap anonim karena takut akan pembalasan, kepada Reuters.

Kementerian Dalam Negeri Irak menyalahkan perusuh yang bertujuan untuk merusak makna sebenarnya dari tuntutan pengunjuk rasa dan mengganggu kedamaian.

Menanggapi aksi protes dan kerusuhan yang terjadi di Irak, PBB telah meminta pihak berwenang untuk menahan diri."Setiap individu memiliki hak untuk berbicara secara bebas, sesuai dengan hukum," kata perwakilan khusus PBB Jeanine Hennis-Plasschaert.
Aksi protes nasional ini adalah yang terbesar selama pemerintahan Perdana Menteri menjabat setahun yang lalu.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
18 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
China Akan Larang Anak-anak...
China Akan Larang Anak-anak dan Remaja Main Internet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved