NATO Tolak Tawaran Moratorium Penyebaran Rudal Rusia

Jum'at, 27 September 2019 - 08:08 WIB
NATO Tolak Tawaran Moratorium...
NATO Tolak Tawaran Moratorium Penyebaran Rudal Rusia
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirimkan surat kepada NATO, mendesak anggotanya untuk bergabung dengan moratorium penempatan rudal jarak pendek dan menengah di Eropa. Namun blok yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) itu telah menolak tawaran itu, dengan mengatakan Moskow telah menyebar senjata semacam itu.

Pekan lalu, Putin menyampaikan pesan rahasia ke sejumlah ibu kota asing, termasuk semua negara anggota NATO dan pemain utama Asia. Pesan itu bertujuan mempertahankan status quo setelah AS menarik diri dari perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF).

Pesan itu mengatakan bahwa Rusia siap untuk membahas langkah-langkah verifikasi tambahan dengan NATO untuk memastikan moratorium ditegakkan oleh semua pihak.

NATO dengan tak acuh menanggapi bahwa tawaran Putin mengabaikan kenyataan di lapangan.

"Moskow harus memusnahkan rudal-rudal ini agar diskusi mengenai moratorium dimulai," kata NATO seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (27/9/2019).

Rusia berulang kali mengatakan bahwa kisaran jarak dari rudal 9М729 kurang dari 500 km dan menunjukkan bahwa mitra Baratnya tidak pernah menjelaskan bagaimana mereka sampai pada kesimpulan bahwa rudal ini melanggar kesepakatan.

Pesan Putin tidak memerlukan jawaban wajib, kata Kremlin, mengakui bahwa gagasan moratorium tidak menemui kesepahaman.

Perjanjian INF, yang melarang rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 km dan 5.500 km di Eropa, ditandatangani oleh Moskow dan Washington pada tahun 1987, selama beberapa dekade tetap menjadi landasan keamanan benua. Setelah penarikan secara sepihak oleh Trump, Rusia tidak punya pilihan selain meninggalkan perjanjian INF. Namun, Putin segera mengumumkan moratorium untuk menempatkan senjata yang dilarang oleh perjanjian itu, sampai AS menyebarkannya. INF secara resmi berakhir pada awal Agustus.
(ian)
Berita Terkait
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
7.500 Pasukan Gabungan...
7.500 Pasukan Gabungan NATO Gelar Latihan Perang di Pangkalan Militer Jerman
Waspadai Perang Rusia...
Waspadai Perang Rusia Ukraina, NATO Gelar Latihan di Laut Baltik
NATO Meradang Rusia...
NATO Meradang Rusia Tangguhkan Misi Diplomatik
Terungkap, NATO Sudah...
Terungkap, NATO Sudah Lama Merencanakan Perluasan Wilayah Dekat Rusia
NATO Peringatkan Rusia:...
NATO Peringatkan Rusia: Patuhi Kewajiban Internasional atau Hadapi Konsekuensinya
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
18 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
3 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved