Korut Pesimis Bisa Duduk Satu Meja Kembali dengan AS

Jum'at, 27 September 2019 - 06:48 WIB
Korut Pesimis Bisa Duduk...
Korut Pesimis Bisa Duduk Satu Meja Kembali dengan AS
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) meragukan prospek terjadinya pertemuan puncak dengan Amerika Serikat (AS) di masa depan. Hal ini disebabkan kurangnya kemajuan dalam implementasi perjanjian yang dibuat antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un telah meragukan prospek untuk pertemuan puncak di masa depan, kata kantor berita negara KCNA.

"AS tidak melakukan apa pun untuk mengimplementasikan pernyataan bersama dari pertemuan puncak pertama antara Trump dan Kim di Singapura tahun lalu," kata penasehat Kementerian Luar Negeri Korut, Kim Kye-gwan, seperti dikutip dari 9News, Jumat (27/9/2019).

Gwan mengkritik latihan militer bersama antara AS dan Korea Selatan (Korsel), serta memperkuat sanksi dan tekanan terhadap Korut.

Gwan juga menyatakan politisi di Washington terobsesi dengan pernyataan bahwa Korut dapat memperoleh akses ke masa depannya yang cerah hanya ketika negara itu meninggalkan nuklirnya terlebih dahulu, dan pandangan bahwa sanksi yang mendorong Korea Utara untuk berdialog "terpelintir".

"Ini membuat saya ragu apakah terobosan baru dapat terjadi dalam hubungan DPRK-AS meskipun pembicaraan KTT DPRK-AS lainnya mungkin terbuka," katanya, menggunakan nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Namun, kata Kim Kye-gwan, Trump berbeda dari pendahulunya dalam hal politik dan keputusan sehingga ia ingin menaruh harapan pada pilihan bijak dan keputusan berani presiden AS itu.

Negosiasi yang bertujuan membongkar program nuklir dan rudal Korut telah terhenti sejak pertemuan puncak kedua yang gagal antara Trump dan Kim pada Februari.

Pyongyang mengatakan pihaknya bersedia untuk memulai kembali pembicaraan tingkat kerja, tetapi tidak ada tanggal atau lokasi yang ditetapkan.

Awal pekan ini Trump mengatakan ia ingin tahu apa yang akan dihasilkan dari pertemuan puncak ketiga dengan Kim Jong-un sebelum setuju untuk mengadakannya.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Pompeo Tampik Kemungkinan...
Pompeo Tampik Kemungkinan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Trump Buka Kemungkinan...
Trump Buka Kemungkinan Kembali Bertemu dengan Kim Jong-un
Trump Sebut Kim Jong-un...
Trump Sebut Kim Jong-un Mengaku Telah Bunuh Pamannya
Soal Pertemuan dengan...
Soal Pertemuan dengan Trump, Ini Kata Adik Kim Jong-un
Trump Bantah Laporan...
Trump Bantah Laporan yang Menyebut Kim Jong Un Sakit Parah
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
18 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
3 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved