Resmi, Partai Demokrat Luncurkan Penyelidikan untuk Makzulkan Trump

Rabu, 25 September 2019 - 08:33 WIB
Resmi, Partai Demokrat...
Resmi, Partai Demokrat Luncurkan Penyelidikan untuk Makzulkan Trump
A A A
WASHINGTON - Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) secara resmi telah membuka penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump dengan tuduhan meminta bantuan politik dari Ukraina. Hal itu disampaikan langung oleh Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

"MInggu ini presiden telah mengakui meminta presiden Ukraina untuk mengambil tindakan yang akan menguntungkannya secara politik," ujarnya.

"Presiden harus bertanggung jawab," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/9/2019).

Pelosi menolak seruan kalangan liberal untuk berusaha memakzulkan presiden asal Partai Republik itu dari jabatannya sebagai upaya yang meningkatkan dukungannya.

Semua bermula pada pekan lalu saat muncul laporan yang mengatakan pejabat intelijen AS telah mengeluh kepada pengawas pemerintah tentang interaksi Trump dengan seorang pemimping negara lain. Belakangan terungkap jika pemimpin negara lain yang dimaksud adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Keluhan itu, yang dianggap "mendesak" dan dapat dipercaya oleh inspektur jenderal intelijen, telah diminta oleh Partai Demokrat tetapi Gedung Putih dan Departemen Kehakiman AS menolak untuk memberikannya.

Apa yang sebenarnya dikatakan masih belum jelas namun Partai Demokrat menuduh Trump mengancam akan menahan bantuan militer untuk memaksa Ukraina menyelidiki tuduhan korupsi terhadap mantan wakil presiden AS Joe Biden dan putranya Hunter.

Trump sendiri telah mengakui telah mendiskusikan Joe Biden dengan Zelensky, tetapi mengatakan ia hanya berusaha membuat Eropa meningkatkan bantuan dengan mengancam akan menahan bantuan militer.

Jika terwujud, DPR AS akan memberikan suara untuk setiap dakwaan dan Partai Demokrat mayoritas di sana, pemakzulan akan dengan mudah berlalu.

Namun pertarungan kemudian akan terjadi di Senat, di mana Partai Republik memegang kendali, dibutuhkan suara dua pertiga untuk mendukung pemakzulan Trump.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan YouGov mengatakan 55% warga AS akan mendukung pemakzulan jika dipastikan bahwa Presiden Trump menangguhkan bantuan militer ke Ukraina untuk mendorong para pejabat negara itu menyelidiki Joe Biden.
(esn)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
2 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
2 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
3 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
9 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
11 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
11 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved