Utusan Rusia dan Taliban Gelar Pertemuan di Moskow
Senin, 16 September 2019 - 17:21 WIB
Utusan Rusia dan Taliban Gelar Pertemuan di Moskow
A
A
A
MOSKOW - Utusan khusus Rusia untuk Afghanistan dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Taliban Afghanistan di Moskow. Pertemuan itu diketahui terjadi pada akhir pekan lalu.
“Delegasi kami berada di Moskow. Kami telah bertemu dengan Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov untuk membahas peristiwa baru-baru ini mengenai proses perdamaian Afghanistan,” kata juru bicara Taliban, Mohammad Suhail Shaheen, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (16/9).
Pembicaraan antara Rusia dan Taliban terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan bahwa pembicaraan damai antara Washington dan kelompok milisi Afghanistan itu telah berakhir.
Seperti diketahui, Trump memutuskan mengakhiri pembicaraan itu setelah Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan seorang tentara AS.
AS dan Taliban sejatinya sudah menyepakati draft kesepakatan damai, yang bisa menghentikan perang 18 tahun antara kedua pihak. Draft kesepakatan itu disepakati dalam putaran kesembilan pembicaraan damai antara kedua belah di Doha, Qatar beberapa waktu lalu.
Rusia kemudian mengatakan mereka berharap pembicaraan damai antara AS dan Taliban hanya tertunda dan bukan sepenuhnya berakhir."Moskow melihat perjanjian potensial sebagai langkah penting yang akan membuka jalan bagi rekonsiliasi nasional dan akibatnya penyelesaian penuh krisis Afghanistan. Jadi, kami berharap itu pada akhirnya akan terjadi," kata Kabulov.
“Delegasi kami berada di Moskow. Kami telah bertemu dengan Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov untuk membahas peristiwa baru-baru ini mengenai proses perdamaian Afghanistan,” kata juru bicara Taliban, Mohammad Suhail Shaheen, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (16/9).
Pembicaraan antara Rusia dan Taliban terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan bahwa pembicaraan damai antara Washington dan kelompok milisi Afghanistan itu telah berakhir.
Seperti diketahui, Trump memutuskan mengakhiri pembicaraan itu setelah Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan seorang tentara AS.
AS dan Taliban sejatinya sudah menyepakati draft kesepakatan damai, yang bisa menghentikan perang 18 tahun antara kedua pihak. Draft kesepakatan itu disepakati dalam putaran kesembilan pembicaraan damai antara kedua belah di Doha, Qatar beberapa waktu lalu.
Rusia kemudian mengatakan mereka berharap pembicaraan damai antara AS dan Taliban hanya tertunda dan bukan sepenuhnya berakhir."Moskow melihat perjanjian potensial sebagai langkah penting yang akan membuka jalan bagi rekonsiliasi nasional dan akibatnya penyelesaian penuh krisis Afghanistan. Jadi, kami berharap itu pada akhirnya akan terjadi," kata Kabulov.
(esn)