Politisi Republik Ancam Bakal Capres AS dengan Senapan AR-15
Sabtu, 14 September 2019 - 10:38 WIB
Politisi Republik Ancam Bakal Capres AS dengan Senapan AR-15
A
A
A
WASHINGTON - Seorang politisi Partai Republik yang juga anggota Parlemen Amerika Serikat (AS) dikecam setelah mengancam seorang bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrat dengan senapan AR-15. Ancaman via Twitter itu muncul setelah bakal capres tersebut berjanji akan merebut senjata sipil jika terpilih sebagai presiden.
Ancaman dibuat oleh politisi Republik asal Texas, Briscoe Cain. Sedangkan yang diancam adalah politisi Demokrat yang juga berasal dari Txas, Robert Francis "Beto" O'Rourke.
Janji O'Rourke untuk merampas senjata sipil disampaikan dalam debat bakal capres pada hari Kamis. "Ya, kami akan mengambil AR-15 Anda, AK-47 Anda," katanya ketika ditanya tentang proposal para politisi Demokrat yang dia dukung soal pembelian kembali senapan serbu milik warga sipil.
Jawabannya mendapat reaksi di media sosial, termasuk Cain yang mengancam sesama politisi Texas tersebut dengan senapan otomatisnya.
"AR saya siap untuk Anda, Robert Francis," tulis Kain di Twitter, yang dikutip CNN, Sabtu (14/9/2019). "Dengar, jika kita tidak setuju pada sesuatu, izinkan saya memperkenalkan Anda pada AR-15 saya."
Twitter menghapus posting Cain beberapa jam kemudian dengan alasan melanggar ketentuan yang ditetapkan plattform media sosial tersebut. Meski posting ancaman sudah dihapus, Cain tak berhenti menuai kecaman.
O'Rourke menyebut tweet Cain sebagai "ancaman kematian". Ancaman itu dia anggap telah membuktikan argumennya bahwa senjata semacam itu seharusnya tidak tersedia bagi sipil.
O'Rourke, seorang mantan anggota Kongres asal Texas, telah menjadikan isu perampasan senjata sipil sebagai kampanye setelah penembakan massal bulan lalu di kota kelahirannya di El Paso. Dalam serangan itu, seorang pria bersenjata menargetkan orang-orang Meksiko dengan melepaskan tembakan ke sebuah Walmart pada 3 Agustus dan menewaskan 22 orang.
Keterusterangan O'Rourke tentang perampasan senjata sejak penembakan di El Paso mendapat pujian dari para saingannya di panggung debat di Houston.
O'Rourke mengatakan kepada CNN pada hari Jumat bahwa tweet ancaman Cain justru menguntungkannya. "Mengarahkan poin, lebih baik daripada yang saya buat," katanya.
"Tidak seorang pun seharusnya memiliki AR-15 yang dapat mereka pegang dari orang lain di negara ini," ujarnya.
Cain kemudian mengatakan kepada CNN bahwa kata-katanya bukan ancaman. Sementara itu, pihak juru kampanye O'Rourke disebut-sebut telah melaporkan tweet Cain ke FBI.
Politisi Demokrat lain di Texas juga menegur Kain atas tweet-nya. "Jika Anda lupa, orang-orang baru saja terbunuh di El Paso. Orang-orang dibunuh," tulis anggota parlemen dari Partai Demokrat Mary Gonzalez.
“Bahasa yang Anda gunakan dan cara Anda menggunakannya berbahaya. Kami membutuhkan para pemimpin yang ingin mengubah budaya kekerasan," ujarnya.
Ancaman dibuat oleh politisi Republik asal Texas, Briscoe Cain. Sedangkan yang diancam adalah politisi Demokrat yang juga berasal dari Txas, Robert Francis "Beto" O'Rourke.
Janji O'Rourke untuk merampas senjata sipil disampaikan dalam debat bakal capres pada hari Kamis. "Ya, kami akan mengambil AR-15 Anda, AK-47 Anda," katanya ketika ditanya tentang proposal para politisi Demokrat yang dia dukung soal pembelian kembali senapan serbu milik warga sipil.
Jawabannya mendapat reaksi di media sosial, termasuk Cain yang mengancam sesama politisi Texas tersebut dengan senapan otomatisnya.
"AR saya siap untuk Anda, Robert Francis," tulis Kain di Twitter, yang dikutip CNN, Sabtu (14/9/2019). "Dengar, jika kita tidak setuju pada sesuatu, izinkan saya memperkenalkan Anda pada AR-15 saya."
Twitter menghapus posting Cain beberapa jam kemudian dengan alasan melanggar ketentuan yang ditetapkan plattform media sosial tersebut. Meski posting ancaman sudah dihapus, Cain tak berhenti menuai kecaman.
O'Rourke menyebut tweet Cain sebagai "ancaman kematian". Ancaman itu dia anggap telah membuktikan argumennya bahwa senjata semacam itu seharusnya tidak tersedia bagi sipil.
O'Rourke, seorang mantan anggota Kongres asal Texas, telah menjadikan isu perampasan senjata sipil sebagai kampanye setelah penembakan massal bulan lalu di kota kelahirannya di El Paso. Dalam serangan itu, seorang pria bersenjata menargetkan orang-orang Meksiko dengan melepaskan tembakan ke sebuah Walmart pada 3 Agustus dan menewaskan 22 orang.
Keterusterangan O'Rourke tentang perampasan senjata sejak penembakan di El Paso mendapat pujian dari para saingannya di panggung debat di Houston.
O'Rourke mengatakan kepada CNN pada hari Jumat bahwa tweet ancaman Cain justru menguntungkannya. "Mengarahkan poin, lebih baik daripada yang saya buat," katanya.
"Tidak seorang pun seharusnya memiliki AR-15 yang dapat mereka pegang dari orang lain di negara ini," ujarnya.
Cain kemudian mengatakan kepada CNN bahwa kata-katanya bukan ancaman. Sementara itu, pihak juru kampanye O'Rourke disebut-sebut telah melaporkan tweet Cain ke FBI.
Politisi Demokrat lain di Texas juga menegur Kain atas tweet-nya. "Jika Anda lupa, orang-orang baru saja terbunuh di El Paso. Orang-orang dibunuh," tulis anggota parlemen dari Partai Demokrat Mary Gonzalez.
“Bahasa yang Anda gunakan dan cara Anda menggunakannya berbahaya. Kami membutuhkan para pemimpin yang ingin mengubah budaya kekerasan," ujarnya.
(mas)