Planet K2-18b Memiliki Uap Air, Bisa Jadi Tempat Hidup Selain Bumi

Kamis, 12 September 2019 - 16:33 WIB
Planet K2-18b Memiliki...
Planet K2-18b Memiliki Uap Air, Bisa Jadi Tempat Hidup Selain Bumi
A A A
LONDON - Sebuah planet kecil yang diketahui yang berjarak sekitar 110 tahun cahaya dari tata surya kemungkinan besar bisa menjadi tempat hidup manusia. Alasannya, penelitian terbaru menemukan ada uap air di planet yang diberi nama K2-18b tersebut.

Para astronom di Centre for Space Exochemistry Data di University College London (UCL) mendeteksi uap air di atmosfer planet ekstrasurya (eksoplanet) K2-18b. Selain memiliki uap air, suhu di planet itu dianggap tepat untuk mendukung kehidupan.

"Menemukan air di dunia yang berpotensi dihuni selain Bumi sangat menarik," kata Angelos Tsiaras, penulis studi dan rekan penelitian di pusat tersebut dalam siaran pers pada hari Rabu.

Tim itu menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA untuk menemukan uap air di atmosfer K2-18b. Laporan temuan baru ini diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy, yang dikutip Kamis (12/9/2019).

Tim ilmuwan juga menemukan bahwa K2-18b memiliki massa delapan kali lebih besar daripada di planet Bumi, yang menyiratkan bahwa gravitasi permukaan planet akan delapan kali lebih tinggi daripada yang ada di planet manusia saat ini.

"K2-18b bukan 'Bumi 2.0' karena secara signifikan lebih berat dan memiliki komposisi atmosfer yang berbeda. Namun, ini membawa kita lebih dekat untuk menjawab pertanyaan mendasar: Apakah ini Bumi unik?", kata Tsiaras.

K2-18b mengorbit bintang kerdil K2-18 di rasi bintang Leo. Menurut NASA, karena tingkat aktivitas bintangnya yang tinggi, K2-18b kemungkinan akan terkena lebih banyak radiasi.

"Planet ini terletak dalam sistem lebih dari seratus tahun cahaya, yang berarti bahwa gambar apa pun yang kita coba dapatkan adalah gambar planet seratus tahun yang lalu. Cahaya hanya membutuhkan 7 hingga 8 menit untuk datang dari Matahari ke Bumi tetapi 100 tahun untuk pergi ke planet ini. Jadi bagi kita untuk melakukan perjalanan tidak mungkin," kata Tsiaras.

K2-18b adalah salah satu dari ratusan "super-Earths"—planet dengan massa antara Bumi dan Neptunus yang ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA. Lebih dari 4.000 eksoplanet dari semua jenis dan ukuran telah terdeteksi secara keseluruhan.

NASA diperkirakan akan mendeteksi ratusan lagi "super-Earths" pada tahun-tahun mendatang.
(mas)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
Pendaratan ke Bulan,...
Pendaratan ke Bulan, Kegagalan Jepang dan Tuduhan Teori Konspirasi Amerika Serikat
Ini Cara Astronot NASA...
Ini Cara Astronot NASA Ikut Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
NASA Klaim Aktivitas...
NASA Klaim Aktivitas Anak Krakatau Masih Berbahaya
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Berita Terkini
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
1 jam yang lalu
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
3 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
6 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
7 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved