Iran Puji Keputusan Trump Pecat John Bolton

Rabu, 11 September 2019 - 10:53 WIB
Iran Puji Keputusan...
Iran Puji Keputusan Trump Pecat John Bolton
A A A
TEHERAN - Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei menyatakan Teheran menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Rabiei menyebut Bolton sebagai penggila perang.

Melalui akun Twitternya, Rabiei mengatakan, dengan menyingkirkan pendukung perang dan sanksi terbesar terhadap Iran, akan membantu Washington lebih memahami Teheran.

"Beberapa bulan lalu John Bolton telah berjanji bahwa Iran tidak akan ada lagi dalam 3 bulan, kita masih berdiri dan dia pergi. Dengan mengusir pendukung terbesar perang dan terorisme ekonomi, Gedung Putih akan memiliki lebih sedikit hambatan untuk memahami realitas Iran," ucap Rabiei, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (11/9).

Sebelumnya diwartakan, semalam Bolton mengundurkan diri sebagai Penasihat Nasional AS atas permintaan Trump. Pengunduran diri ini terjadi di tengah perbedaan pendapat antara dirinya dengan pemerintah.

Trump mengatakan, ia dan yang lainnya dalam pemerintahan banyak tidak setuju dengan saran dari Bolton. "Saya memberi tahu John Bolton tadi malam, bahwa layanannya tidak lagi diperlukan di Gedung Putih," ungkap Trump.

“Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti yang dilakukan orang lain di Pemerintahan, dan karena itu saya meminta John untuk mengundurkan diri, yang diberikan kepada saya pagi ini. Saya berterima kasih banyak kepada John atas layanannya,” sambungnya.

Bolton adalah Penasihat Keamanan Nasional AS ketiga yang lengser dalam empat tahun masa pemerintahan Trump. Penasihat Keamanan Nasional AS pertama pemerintahan Trump adalah Michael Flynn. Ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut di tengah kontroversi terkait komunikasinya dengan Rusia pada masa kampanye.

Trump kemudian menunjuk HR. McMaster. McMaster pun hanya bertahan lebih kurang 13 bulan di kursinya. Trump memecatnya karena dinilai kurang fleksibel dan briefing yang tidak perlu. Ia pun kerap terlibat perdebatan dengan Trump.

Trump kemudian menunjuk Bolton sebagai suksesor McMaster. Penunjukkan Bolton ini mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, Bolton dinilai dapat menghancurkan kesepakatan nuklir Iran dan memicu ketegangan dengan Rusia.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
5 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
35 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
1 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved