Bolton: Sanksi Bertahan Sampai Iran Setop Sebar Teror
Minggu, 08 September 2019 - 12:32 WIB
Bolton: Sanksi Bertahan Sampai Iran Setop Sebar Teror
A
A
A
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John Bolton mengatakan, Iran tidak akan mendapatkan pengurangan sanksi sampai mereka mengubah sikapnya. Bolton menyebut, Iran harus berhenti berbohong dan menyebar teror.
"Kita bisa bicara, tetapi Iran tidak mendapatkan bantuan sanksi sampai berhenti berbohong dan menyebarkan teror!" kata Bolton melalui akun Twitternya, sembari mengunggah gambar kapal tanker Iran, Adrian Darya.
Bolton, seperti dilansir PressTV pada Minggu (8/9), lalu mengatakan, siapapun yang mengatakan kapal Adrian Darya tidak sedang menuju Suriah, orang tersebut sedang berkhayal.
"Siapa pun yang mengatakan Adrian Darya-1 tidak menuju Suriah, sedang dalam penyangkalan. Teheran berpikir lebih penting untuk mendanai rezim Assad yang membunuh daripada menyediakan bagi rakyatnya sendiri," sambungnya.
Adrian Darya-1 membawa 2,1 juta barel minyak mentah senilai sekitar USD130 juta. Kapal itu diburu Washington sebagai tindak lanjut dari sanksi AS yang menargetkan industri energi Iran.
Kapal tanker minyak raksasa itu pernah ditahan Marinir Kerajaan Inggris dan pasukan Gibraltar di perairan Gibraltar pada Juli lalu, setelah dicurigai akan membawa minyak ke Suriah. Memasok minyak ke Damaskus merupakan pelanggaran sanksi Uni Eropa yang dijatuhkan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Kita bisa bicara, tetapi Iran tidak mendapatkan bantuan sanksi sampai berhenti berbohong dan menyebarkan teror!" kata Bolton melalui akun Twitternya, sembari mengunggah gambar kapal tanker Iran, Adrian Darya.
Bolton, seperti dilansir PressTV pada Minggu (8/9), lalu mengatakan, siapapun yang mengatakan kapal Adrian Darya tidak sedang menuju Suriah, orang tersebut sedang berkhayal.
"Siapa pun yang mengatakan Adrian Darya-1 tidak menuju Suriah, sedang dalam penyangkalan. Teheran berpikir lebih penting untuk mendanai rezim Assad yang membunuh daripada menyediakan bagi rakyatnya sendiri," sambungnya.
Adrian Darya-1 membawa 2,1 juta barel minyak mentah senilai sekitar USD130 juta. Kapal itu diburu Washington sebagai tindak lanjut dari sanksi AS yang menargetkan industri energi Iran.
Kapal tanker minyak raksasa itu pernah ditahan Marinir Kerajaan Inggris dan pasukan Gibraltar di perairan Gibraltar pada Juli lalu, setelah dicurigai akan membawa minyak ke Suriah. Memasok minyak ke Damaskus merupakan pelanggaran sanksi Uni Eropa yang dijatuhkan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
(esn)