Hendak Dikudeta Umat Katolik AS, Paus Fransiskus Justru Merasa Terhormat

Kamis, 05 September 2019 - 22:39 WIB
Hendak Dikudeta Umat...
Hendak Dikudeta Umat Katolik AS, Paus Fransiskus Justru Merasa Terhormat
A A A
ROMA - Paus Fransiskus, pemimpin Vatikan, tidak marah ketika disodori daftar panjang tuduhan miring terhadapnya dari umat Katolik Amerika Serikat (AS) ketika ia terbang dari Roma ke Mozambik. Dia justru merasa terhormat diserang oleh mereka.

Tuduhan-tuduhan miring yang menyerang Paus Fransiskus itu muncul dalam buku "How America Wanted to Change the Pope (Bagimana Amerika Ingin Mengganti Paus)". Buku itu mengeksplorasi upaya oposisi Katolik konservatif di AS untuk meluncurkan kudeta terhadap Paus Fransikus atau Paus Francis.

Salinan buku itu diberikan kepada Paus oleh sang penulis Nicolas Seneze, seorang jurnalis dari surat kabar Katolik Prancis La Croix, yang berada di atas pesawat kepausan pada hari Rabu.

"Bagi saya itu suatu kehormatan bahwa orang Amerika menyerang saya," kata Paus yang bergurau ketika dia menerima buku itu. Dia bercanda bahwa buku tentang kritik terhadapnya akan menjadi kejutan besar.

Tetapi, juru bicara Vatikan Matteo Bruni berusaha untuk mengurangi ketegangan. Dia mengklarifikasi bahwa komentar Paus Francis dibuat secara informal.

"(Paus) Francis selalu menganggap itu suatu kehormatan untuk dikritik, terutama ketika itu berasal dari suara otoritatif atau, seperti dalam kasus ini, sebuah bangsa yang penting," katanya, seperti dikutip Russia Today, Kamis (5/9/2019).

Terlahir dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio, Francis telah mendapatkan reputasi sebagai paus yang lebih "liberal", dibandingkan dengan pendahulunya, John Paul II dan Benediktus XVI.

Hal itu menimbulkan kritik dari beberapa pejabat gereja dan kelompok pemikir sayap kanan. Buku Seneze menggambarkan, antara lain, bagaimana seorang mantan utusan kepausan untuk AS, Uskup Agung Carlo Vigano—telah menulis surat yang dipublikasikan tahun lalu—menyerukan agar Francis mengundurkan diri karena diduga menangani skandal pelecehan seksual Gereja Katolik.
(mas)
Berita Terkait
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Paus Francis Serukan...
Paus Francis Serukan Rekonsiliasi Nasional di Amerika Serikat
Profil Robert Prevost,...
Profil Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Profil Paus Leo XIV,...
Profil Paus Leo XIV, Penerus Paus Fransiskus dari Amerika Serikat
Ukraina Tekan Italia...
Ukraina Tekan Italia Gelar KTT di Sela-sela Pemakaman Paus Fransiskus
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 jam yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
3 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
5 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
5 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
6 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved