Video Pangeran Inggris di 'Rumah Seks' Epstein Memaksa Istana Bicara

Senin, 19 Agustus 2019 - 15:22 WIB
Video Pangeran Inggris...
Video Pangeran Inggris di 'Rumah Seks' Epstein Memaksa Istana Bicara
A A A
LONDON - Sebuah video yang dipublikasikan media Inggris memperlihatkan Pangeran Andrew atau Duke of York melambai-lambaikan tangan kepada seorang wanita muda dari mansion Jeffery Epstein di New York. Rumah mewah miliarder yang bunuh diri di penjara Amerika Serikat (AS) itulah yang dilaporkan sebagai "rumah seks" tempat gadis-gadis di bawah umur dijadikan budak seks.

Video itu memaksa pihak Istana Buckingham angkat bicara. Video berdurasi singkat dan buram itu dirilis oleh Mail on Sunday.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang diidentifikasi oleh surat kabar itu sebagai Pangeran Andrew, putra kedua Ratu Elizabeth II. Pria itu melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal kepada seorang wanita muda berambut coklat di ambang pintu rumah Epstein di New York.

Setelah saling bertukar sapa dengan si rambut coklat, sang pangeran memberinya anggukan, dan kemudian melihat sekilas ke pintu seolah-olah untuk memastikan bahwa tidak ada paparazzi yang melihat.

Beberapa saat sebelum Pangeran Andrew muncul di ambang pintu, Epstein sendiri terlihat meninggalkan rumah mewah itu ditemani oleh seorang gadis berambut pirang.

Video itu diambil Desember 2010, dua tahun setelah Epstein dihukum karena memaksa gadis di bawah umur untuk pelacuran. Tindakan itu membuatnya dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.

Istana Buckingham mengklaim Pangeran Andrew tidak mengetahui adanya kesalahan yang terjadi di mansion itu. "Ia telah terkejut oleh laporan baru-baru ini tentang dugaan kejahatan yang dilakukan Jeffrey Epstein," kata pihak istana.

"Yang Mulia menyesalkan eksploitasi manusia mana pun dan ia akan memaafkan (laporan yang menyudutkannya), berpartisipasi dalam atau mendorong perilaku seperti itu menjijikkan," lanjut pihak istana, seperti dikutip Russia Today, Senin (19/8/2019).

Meski Pangeran Andrew merasa tidak terlibat dalam skandal seks gadis di bawah umur, namun dokumen pengadilan AS mengklaim bahwa sang pangeran secara tidak patut menyentuh seorang wanita di apartemen Epstein di Manhattan, dan memaksa wanita lain untuk berhubungan seks dengannya di sebuah pulau pribadi Karibia yang dimiliki oleh mendiang pemodal Amerika itu.

Epstein ditemukan tewas di sel penjaranya pada hari Minggu, 11 Agustus 2019 dalam apa yang dianggap pemeriksa medis sebagai tindakan bunuh diri. Sejumlah investigasi sedang berlangsung, namun keadaan itu memicu spekulasi sehubungan dengan dokumen pengadilan yang baru dirilis, di mana dokumen itu berisi informasi memberatkan para "pemain kuat" dalam lingkaran skandalnya.
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Hasil Timnas Inggris...
Hasil Timnas Inggris vs Amerika Serikat: Tiga Singa Dibikin Ompong
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
6 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved