Pengamat Wanti-wanti Pecahnya Konflik Air di Asia

Minggu, 18 Agustus 2019 - 10:53 WIB
Pengamat Wanti-wanti...
Pengamat Wanti-wanti Pecahnya Konflik Air di Asia
A A A
HONOLULU - Pengamat bidang sumber daya dan insfrakstuktur di East-West Center, Allen Clarke, menuturkan bahwa China sejatinya memiliki semua air di Asia. Dia menuturkan air semua berasal dari dataran tinggi yang berada di dan sekitar China dan semuanya mengalir melewati Negeri Tirai Bambu itu.

Clarke menuturkan air merupakan dasar dari perkembangan Asia. Jika China, papar Clarke, memutuskan untuk memutus semua aliran air ini, maka negara-negara di Asia akan mengalami masalah yang sangat besar.

"Jadi, jika ingin mengetahui cerita mengenai masa depan mengenai apa yang terjadi dengan air yang datang dari puncak dunia dan saya bisa katakan ini bukan cerita yang indah untuk didengar. Konflik air tidak diragukan lagi akan menjadi salah satu isu tunggal dalam waktu dekat, maksud saya dalam waktu dekat sekitar 10 sampai 20 tahun kedepan, itu tidak lama lagi," ucapnya, Minggu (18/8/2019).

Clarke menuturkan bahwa saat ini China sudah membangun ratusan bendungan, baik besar ataupun kecil, di sepanjang sungai Mekong, yang bisa dikatakan menjadi sumber air dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

"Kita selalu berpikir bahwa sungai adalah penyuplai utama air, tapi pada faktanya sungai adalah tempat bertemuanya banyak sekali sungai-sungai kecil," ungkapnya.

"Saat kita melihat ketersediaan air, itu bisa dihentikan di dua level, pertama di level utama yang tentunya adalah aliran air utama. Tapi, jika mulai membendung semua sungai kecil yang memberi 'makan' sebuah sistem, maka ada masalah yang sangat besar, terkait dengan dampak dari kekurangan cadangan air dan yang akan paling terdampak adalah sektor pertanian dan pertanian adalah tulang punggung dari kebanyakan negara di Asia," sambungnya.

Jadi, ungkap Clarke, krisis air yang muncul mungkin akan menjadi cerita paling besar di Asia dalam waktu dekat.

"Kita bisa dialihkan oleh adanya perang disana atau satu pihak menolak kerja sama dengan pihak lain, pandangan kita terus dialihkan dalam masalah yang sebenarnya, yang mana adalah masalah air," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
1 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
2 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
4 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
4 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved