Indonesia Bersiap Gunakan Nuklir untuk Kebutuhan Listrik

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 10:18 WIB
Indonesia Bersiap Gunakan...
Indonesia Bersiap Gunakan Nuklir untuk Kebutuhan Listrik
A A A
JAKARTA - Indonesia sedang bersiap untuk menggunakan teknologi nuklir untuk merintis pembangkit listrik. Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Indonesia Power untuk kerja sama dalam penggunaan teknologi nuklir di sektor energi.

PT Indonesia Power adalah anak perusahaan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara). Salah satu bidang kerja sama kedua pihak itu akan menjadi studi kelayakan tentang penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir.

MoU ditandatangani di Ancol, Jakarta Utara, pada 15 Agustus oleh Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan, dan penjabat direktur PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi.

Lingkup kerja sama yang dicakup dalam MoU meliputi studi kelayakan tentang penggunaan energi nuklir untuk pembangkit listrik, serta potensi penggunaan thorium, uranium, dan radioisotop lainnya dalam baterai.

Perjanjian tersebut juga menyerukan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, mengatur pertemuan ilmiah, dan penggunaan fasilitas dan infrastruktur masing-masing.

"Siang ini, Indonesia Power akan memiliki MoU dengan Batan untuk mempersiapkan penelitian pada pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Indonesia, serta pengembangan baterai nuklir dengan Batan. Sehingga di masa depan , Indonesia Power tidak hanya akan menjadi perusahaan listrik, tetapi juga perusahaan energi," kata Ahsin, sebelum menandatangani perjanjian, sebagaimana dikutip SINDOnews.com dari situs web World Nuclear News, Sabtu (17/8/2019).

Pada tahun 2014, Batan meluncurkan rencana untuk membangun Reaktor Daya Eksperimental (RDE) 10 MWt di situs pusat penelitian terbesarnya—Kompleks Puspiptek, di Serpong, Tangerang Selatan, Banten—sebagai tonggak strategis pertama untuk pengenalan armada pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar untuk Indonesia.

RDE adalah reaktor berpendingin gas bersuhu tinggi yang dirancang di dalam negeri berukuran sangat kecil, high temperature gas-cooled reactor (HTGR) dengan bahan bakar uranium low-enrichmen TRISO oksida.

Pada bulan Maret 2018, Batan meluncurkan roadmap (peta jalan) untuk mengembangkan desain teknis terperinci untuk RDE. Roadmap ini merupakan kelanjutan dari desain rekayasa dasar RDE, yang selesai pada 2017. Dokumen desain teknis terperinci, bersama dengan laporan analisis keselamatan, akan menjadi persyaratan penting bagi Batan untuk mencapai persetujuan untuk desain RDE dari Badan Regulator Energi Nuklir Indonesia.

Batan mempromosikan pengenalan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia untuk membantu memenuhi permintaan energi di wilayah setempat. Pembangkit seperti itu akan menjadi start-up reaktor air ringan konvensional besar di pulau-pulau padat penduduk seperti Bali, Jawa, Madura dan Sumatra dari tahun 2027 dan seterusnya.

Selain itu, Batan juga berencana untuk menyebarkan HTGR kecil (hingga 100 MWe) di Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lain untuk memasok listrik dan panas untuk keperluan industri. Unit prototipe direncanakan untuk Kalimantan Barat.

"Dari hasil studi (kelayakan) kami akan menentukan langkah selanjutnya. Semoga Nota Kesepahaman ini bermanfaat tidak hanya untuk kedua institusi, tetapi untuk semua orang Indonesia," kata Anhar menyambut penandatanganan MoU.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
3 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
4 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
5 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
6 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
7 jam yang lalu
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved