Rusia Kecam Sanksi AS terhadap Menlu Iran

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 00:31 WIB
Rusia Kecam Sanksi AS...
Rusia Kecam Sanksi AS terhadap Menlu Iran
A A A
MOSKOW - Rusia angkat bicara terkait sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Sebagai salah satu pihak yang ikut dalam perjanjian nuklir internasional 2015, Rusia mengecam keputusan AS.

"AS hanya memiliki satu alat - sanksi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada konferensi pers.

“Alat ini tidak berfungsi. Alat ini belum menyetujui sendiri. Alat ini telah mendiskreditkan dirinya dan orang-orang yang menerapkannya," tuturnya seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (2/8/2019).

AS telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia sebanyak 71 kali, katanya, tetapi itu tidak mengubah Rusia dari jalur independen.

"Sudut-sudut AS itu sendiri, menghilangkan kemungkinan untuk menggunakan berbagai alat diplomatik, dengan hanya menggunakan sanksi," kata Zakharova.

Dia juga menuduh Washington memperparah situasi di Selat Hormuz.

"AS sengaja menggelembungkan situasi, termasuk mengorganisir perebutan bajak laut sebuah kapal tanker Iran di Gibraltar untuk memperkuat kehadiran militer AS di Teluk Persia dengan dalih memastikan kebebasan navigasi," ujarnya.

"Ada perasaan bahwa Washington sedang mencari alasan untuk meningkatkan situasi, untuk melanjutkan retorika agresif terhadap Iran dan untuk pindah ke fase konflik yang lebih aktif dan panas," tambahnya.

Washington memberikan sanksi ekonomi kepada Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif karena bekerja atas nama Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang masuk daftar hitam Presiden AS Donald Trump pada Juni lalu.

"Itu tidak berpengaruh pada saya atau keluarga saya, karena saya tidak memiliki properti atau kepentingan di luar Iran," kata Zarif menanggapi sanksi yang dijatuhkan oleh AS.

Ketegangan telah memuncak antara AS dan Iran sejak Washington secara sepihak mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir 2015 tahun lalu. Perjanjian itu adalah hasil dari negosiasi yang berlarut-larut antara Teheran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, ditambah Jerman dan Uni Eropa.

AS sejak itu meluncurkan kampanye diplomatik dan ekonomi untuk memaksa Iran merundingkan kembali kesepakatan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
6 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
7 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
8 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved