Senjata Nuklir China Meningkat Pesat, Jenderal AS Waswas

Kamis, 01 Agustus 2019 - 23:39 WIB
Senjata Nuklir China...
Senjata Nuklir China Meningkat Pesat, Jenderal AS Waswas
A A A
WASHINGTON - Wakil Komandan Komando Strategis Amerika Serikat (Stratcom), Wakil Laksamana David Kriete, menyuarakan keprihatinannya atas perkembangan pesat persenjataan nuklir China dan kegiatannya di Laut China Selatan.

Pentagon beberapa bulan lalu mengatakan bahwa mereka khawatir China mengejar status "triad" nuklir. Ini berarti China akan bergabung dengan tiga negara - Amerika Serikat (AS), Rusia, dan India - yang mampu mengirimkan senjata nuklir melalui darat, udara, dan laut.

"China selama beberapa dekade terakhir mengalami dan telah berada di lintasan yang sangat jelas di mana mereka meningkatkan jumlah senjata nuklir yang mereka tuju, mereka meningkatkan jumlah dan keragaman sistem meluncurkan (senjata nuklir)," ujarnya.

"Mereka sedang mengupayakan sebuah triad, kapal selam rudal balistik, pembom strategis, dan rudal balistik antarbenua darat," imbuhnya dalam jumpa pers seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (1/8/2019).

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa penumpukan nuklir China harus dipertimbangkan dalam konteks apa yang ia gambarkan sebagai ekspansi regional dan global negara itu.

"Kepemimpinan China telah memperjelas dalam beberapa tahun terakhir bahwa mereka memiliki tujuan menjadi kekuatan regional serta mengerahkan - sektor ekonomi dan militer - atas Pasifik barat di beberapa titik di masa depan dan kemudian mendapatkan beberapa tingkat pengaruh global di beberapa titik setelah itu," jelasnya.

Kriete menekankan bahwa AS tidak mencari perang dengan China atau negara lain, tetapi pada saat yang sama, harus siap untuk salah satu.

"Kami benar-benar menginginkan koeksistensi damai di banyak tempat di seluruh dunia, dan saya pikir ada cara untuk mencapai itu. Kekuatan yang kami tunjukkan melalui kekuatan militer kami di kawasan itu dan benar-benar di dalam negeri adalah bagian penting dari wajah yang kami tunjukkan ke China dan negara lain di seluruh dunia," tuturnya.

Sementara AS telah berulang kali menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya persenjataan nuklir China, Beijing baru-baru ini menegaskan kembali kebijakannya bukan pihak pertama yang menggunakannya, yang berarti negara Asia itu tidak akan pernah menjadi yang pertama dalam konflik untuk menggunakan senjata pemusnah massal. Khususnya, AS tidak memiliki kebijakan no-first-use.

Pemerintahan Trump secara konsisten mengatakan bahwa mereka berusaha untuk memasukkan China dalam rezim kontrol senjata trilateral bersama dengan Rusia dan AS. Namun Beijing menolak gagasan itu, meskipun menganjurkan larangan sepenuhnya dan penghancuran senjata nuklir secara menyeluruh.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
49 menit yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
2 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
4 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved