Kemlu: Jenazah 2 Pelajar yang Tenggelam di Mesir Segera Dipulangkan
Kamis, 01 Agustus 2019 - 21:57 WIB
Kemlu: Jenazah 2 Pelajar yang Tenggelam di Mesir Segera Dipulangkan
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, berdasarkan permintan dari pihak keluarga, dua jenazah mahasiswa Indonesia yang tenggelam di sungai Nil, Mesir akan segera dipulangkan.
Plh. Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha menuturkan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kairo telah melakukan penanganan kasus, mulai dari berkordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian setempat untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah.
"Selanjutnya melakukan repatriasi jenazah, kasus pihak keluarga meminta untuk dipulangkan ke Indonesia. Menurut rencana, jika sesuai rencana, jenazah akan diberangkatkan pada tanggal 2 Agustus dini hari waktu Kairo. Dua warga kita yang satu Mutawakkil Alallah (Akil) dari Sidoarjo dan Ainur Rohman dari Pamekasan," ucap Judha pada Kamis (1/8).
Sebelumnya diwartakan, kedua mahasiswa, yang mengeyam pendidikan di al-Azhar itu tewas terseret arus bawah sungai Nil di daerah Qanatir pada Senin pagi waktu setempat.
Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menuturkan saat berada di sana, Akil bersama tiga orang temannya berenang. "Akil yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur oleh beberapa orang. Akan tetapi tidak didengar, akhirnya korban terseret arus bawah sungai," kata PPMI Mesir.
Setelah korban meminta tolong, teman-teman yang berada di pinggir sungai, mencoba meminta bantuan kepada warga, mencari polisi. Ainur Rohman yang sedang memancing di tepi sungai, reflek menolong korban. Ainur memang bisa berenang. Namun, kondisi kesehatannya pada saat itu kurang baik dikarenakan sakit dan semalaman mempersiapkan rihlah ke Qanatir dan belum tidur.
Kendati begitu, Akil sempat dipegang dan berusaha diselamatkan. Akan tetapi perbedaan berat badan membuat Ainur yang mencoba menarik Akil ke tepi, ikut tertarik oleh arus bawah sungai yang deras.
Setelah Ainur meminta bantuan kepada teman-teman yang berada di pinggir sungai, dengan teriakan minta tolong agar dibantu oleh satu orang lagi. Mereka mencari bantuan kepada warga. Karena tidak ada yang mampu berenang, meminta warga untuk menolong merupakan pilihan terakhir. Miris, warga yang mereka temui juga tidak bisa berenang.
Selang 20 menit, mereka bertemu dengan tiga polisi. Namun polisi juga tidak mampu berenang. Akhirnya polisi pun menelpon tim SAR. Baru setelah 30 menit, tim penyelam masuk ke sungai dan menemukan Ainur setelah 5 menit di dalam air. Tepatnya pukul 15.49 waktu setempat. Sayangnya, Ainur yang telah tenggelam selama kurang lebih satu jam, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara jenazah Akil telah ditemukan sehari kemudian, Selasa, sekitar pukul 14.00 waktu setempat di daerah Qalyubiy. Saat ini korban sedang berada di rumah sakit Qalyubiy, rumah sakit yang sama dengan Ainur Rohman.
Plh. Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Judha Nugraha menuturkan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kairo telah melakukan penanganan kasus, mulai dari berkordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian setempat untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah.
"Selanjutnya melakukan repatriasi jenazah, kasus pihak keluarga meminta untuk dipulangkan ke Indonesia. Menurut rencana, jika sesuai rencana, jenazah akan diberangkatkan pada tanggal 2 Agustus dini hari waktu Kairo. Dua warga kita yang satu Mutawakkil Alallah (Akil) dari Sidoarjo dan Ainur Rohman dari Pamekasan," ucap Judha pada Kamis (1/8).
Sebelumnya diwartakan, kedua mahasiswa, yang mengeyam pendidikan di al-Azhar itu tewas terseret arus bawah sungai Nil di daerah Qanatir pada Senin pagi waktu setempat.
Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menuturkan saat berada di sana, Akil bersama tiga orang temannya berenang. "Akil yang mencoba berenang ke tengah sungai, sempat ditegur oleh beberapa orang. Akan tetapi tidak didengar, akhirnya korban terseret arus bawah sungai," kata PPMI Mesir.
Setelah korban meminta tolong, teman-teman yang berada di pinggir sungai, mencoba meminta bantuan kepada warga, mencari polisi. Ainur Rohman yang sedang memancing di tepi sungai, reflek menolong korban. Ainur memang bisa berenang. Namun, kondisi kesehatannya pada saat itu kurang baik dikarenakan sakit dan semalaman mempersiapkan rihlah ke Qanatir dan belum tidur.
Kendati begitu, Akil sempat dipegang dan berusaha diselamatkan. Akan tetapi perbedaan berat badan membuat Ainur yang mencoba menarik Akil ke tepi, ikut tertarik oleh arus bawah sungai yang deras.
Setelah Ainur meminta bantuan kepada teman-teman yang berada di pinggir sungai, dengan teriakan minta tolong agar dibantu oleh satu orang lagi. Mereka mencari bantuan kepada warga. Karena tidak ada yang mampu berenang, meminta warga untuk menolong merupakan pilihan terakhir. Miris, warga yang mereka temui juga tidak bisa berenang.
Selang 20 menit, mereka bertemu dengan tiga polisi. Namun polisi juga tidak mampu berenang. Akhirnya polisi pun menelpon tim SAR. Baru setelah 30 menit, tim penyelam masuk ke sungai dan menemukan Ainur setelah 5 menit di dalam air. Tepatnya pukul 15.49 waktu setempat. Sayangnya, Ainur yang telah tenggelam selama kurang lebih satu jam, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara jenazah Akil telah ditemukan sehari kemudian, Selasa, sekitar pukul 14.00 waktu setempat di daerah Qalyubiy. Saat ini korban sedang berada di rumah sakit Qalyubiy, rumah sakit yang sama dengan Ainur Rohman.
(esn)