Bolton: Tembakan Rudal Korut Tak Langgar Janji Kim Jong-un pada Trump
Kamis, 01 Agustus 2019 - 11:40 WIB
Bolton: Tembakan Rudal Korut Tak Langgar Janji Kim Jong-un pada Trump
A
A
A
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Bolton mengatakan uji tembak rudal Korea Utara (Korut) baru-baru ini tidak melanggar janji yang dibuat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kepada Presiden Amerika Donald John Trump.
Komentar Bolton ini langka, karena biasanya dia bersikap frontal terhadap rezim Korea Utara dan berseberangan dengan sikap Presiden Trump.
Militer Pyongyang menguji tembak rudal jarak pendek pada Rabu kemarin dan pekan lalu meskipun ada pertemuan antara Kim dan Trump pada 30 Juni. Dalam pertemuan di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea tersebut, keduanya sepakat untuk menghidupkan kembali perundingan yang telah buntu.
Bolton mengatakan kepada Fox Business Network bahwa pihak AS masih menunggu untuk mendengar dari Korea Utara tentang jadwal perundingan terbaru.
"Penembakan rudal ini tidak melanggar janji yang dibuat Kim Jong-un kepada presiden tentang rudal balistik antarbenua," katanya.
"Tetapi Anda harus bertanya kapan diplomasi yang sebenarnya akan dimulai, kapan diskusi tingkat kerja tentang denuklirisasi akan dimulai, seperti yang dikatakan Kim Jong-un pada 30 Juni bahwa ia siap melakukannya. Kami masih menunggu untuk mendengar dari Korea Utara," lanjut Bolton, yang dilansir Reuters, Kamis (1/8/2019).
Baik Presiden Trump maupun Menteri Luar Negeri Michael Pompeo telah mengecilkan masalah peluncuran rudal Korea Utara. Kedunya terus menyatakan harapan untuk duduk di meja perundingan dengan Pyongyang.
Rezim Kim Jong-un telah menuntut pencabutan sanksi AS dan pembatalan latihan perang gabungan Seoul dan Washington yang rencananya digelar bulan ini.
Pompeo dan perunding top Korea Utara menghadiri Forum Regional Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Ibu Kota Thailand; Bangkok pekan ini. Pompeo mengatakan pada hari Selasa menyatakan harapan para pejabat AS untuk dapat bertemu dengan para pejabat Korut di Bangkok.
Korea Utara menuduh Washington melanggar janji dengan berencana meneruskan latihan perang gabungan di Korea Selatan dan memperingatkan bahwa hal itu dapat meruntuhkan dialog.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak berencana untuk melakukan perubahan perihal latihan perang gabungan dengan Korea Selatan, meskipun ada tekanan dari Pyongyang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho telah membatalkan rencana kunjungan ke forum ASEAN pekan ini. Namun, Pompeo mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya bahwa Amerika masih terbuka untuk melakukan pertemuan dan dia berharap Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun dan rekan barunya dari Korea Utara bisa segera bertemu.
Komentar Bolton ini langka, karena biasanya dia bersikap frontal terhadap rezim Korea Utara dan berseberangan dengan sikap Presiden Trump.
Militer Pyongyang menguji tembak rudal jarak pendek pada Rabu kemarin dan pekan lalu meskipun ada pertemuan antara Kim dan Trump pada 30 Juni. Dalam pertemuan di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea tersebut, keduanya sepakat untuk menghidupkan kembali perundingan yang telah buntu.
Bolton mengatakan kepada Fox Business Network bahwa pihak AS masih menunggu untuk mendengar dari Korea Utara tentang jadwal perundingan terbaru.
"Penembakan rudal ini tidak melanggar janji yang dibuat Kim Jong-un kepada presiden tentang rudal balistik antarbenua," katanya.
"Tetapi Anda harus bertanya kapan diplomasi yang sebenarnya akan dimulai, kapan diskusi tingkat kerja tentang denuklirisasi akan dimulai, seperti yang dikatakan Kim Jong-un pada 30 Juni bahwa ia siap melakukannya. Kami masih menunggu untuk mendengar dari Korea Utara," lanjut Bolton, yang dilansir Reuters, Kamis (1/8/2019).
Baik Presiden Trump maupun Menteri Luar Negeri Michael Pompeo telah mengecilkan masalah peluncuran rudal Korea Utara. Kedunya terus menyatakan harapan untuk duduk di meja perundingan dengan Pyongyang.
Rezim Kim Jong-un telah menuntut pencabutan sanksi AS dan pembatalan latihan perang gabungan Seoul dan Washington yang rencananya digelar bulan ini.
Pompeo dan perunding top Korea Utara menghadiri Forum Regional Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) di Ibu Kota Thailand; Bangkok pekan ini. Pompeo mengatakan pada hari Selasa menyatakan harapan para pejabat AS untuk dapat bertemu dengan para pejabat Korut di Bangkok.
Korea Utara menuduh Washington melanggar janji dengan berencana meneruskan latihan perang gabungan di Korea Selatan dan memperingatkan bahwa hal itu dapat meruntuhkan dialog.
Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak berencana untuk melakukan perubahan perihal latihan perang gabungan dengan Korea Selatan, meskipun ada tekanan dari Pyongyang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho telah membatalkan rencana kunjungan ke forum ASEAN pekan ini. Namun, Pompeo mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya bahwa Amerika masih terbuka untuk melakukan pertemuan dan dia berharap Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun dan rekan barunya dari Korea Utara bisa segera bertemu.
(mas)