Iran Ancam akan Kembali Kurangi Komitmen Terhadap Kesepakatan Nuklir
Rabu, 31 Juli 2019 - 17:53 WIB
Iran Ancam akan Kembali Kurangi Komitmen Terhadap Kesepakatan Nuklir
A
A
A
TEHERAN - Iran mengancam akan kembali mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir yang diteken tahun 2015, dengan negara kekuatan dunia. Sejauh ini, Iran telah dua kali mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Teheran akan terus memangkas komitmen terhadap kesepakatan internasional itu. Zarif menyebut, Iran akan mempertahankan komitmen jika Eropa bergerak untuk melindungi Iran dari sanksi Amerika Serikat (AS).
"Dalam keadaan saat ini dan jika tidak ada tindakan yang diambil (oleh orang Eropa) kami akan mengambil langkah berikutnya (dalam mengurangi komitmen terhadap kesepakatan)," kata Zarif dalam sebuah pernyataan.
"Mitra kami di Eropa harus menjamin Iran dapat menjual minyaknya dan mendapatkan pemasukan dari itu," sambung diplomat senior Iran itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (31/7).
Iran telah mengatakan akan mengurangi komitmennya terhadap perjanjian nuklir secara bertahap dan bahkan mungkin menarik diri sepenuhnya dari pakta tersebut, kecuali jika Eropa menemukan cara untuk melindungi ekonominya dari sanksi AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Teheran akan terus memangkas komitmen terhadap kesepakatan internasional itu. Zarif menyebut, Iran akan mempertahankan komitmen jika Eropa bergerak untuk melindungi Iran dari sanksi Amerika Serikat (AS).
"Dalam keadaan saat ini dan jika tidak ada tindakan yang diambil (oleh orang Eropa) kami akan mengambil langkah berikutnya (dalam mengurangi komitmen terhadap kesepakatan)," kata Zarif dalam sebuah pernyataan.
"Mitra kami di Eropa harus menjamin Iran dapat menjual minyaknya dan mendapatkan pemasukan dari itu," sambung diplomat senior Iran itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (31/7).
Iran telah mengatakan akan mengurangi komitmennya terhadap perjanjian nuklir secara bertahap dan bahkan mungkin menarik diri sepenuhnya dari pakta tersebut, kecuali jika Eropa menemukan cara untuk melindungi ekonominya dari sanksi AS.
(esn)