Taliban Tolak Negosiasi Langsung dengan Pemerintah Afghanistan
Minggu, 28 Juli 2019 - 17:33 WIB
Taliban Tolak Negosiasi Langsung dengan Pemerintah Afghanistan
A
A
A
KABUL - Taliban menyatakan, mereka tidak akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dalam waktu dekat. Ini adalah respon atas pernyataan yang dilontarkan oleh seorang Menteri Afghanistan.
Menteri Negara Urusan Perdamaian Afghanistan, Abdul Salam Rahimi kemarin mengatakan, bahwa pembicaraan langsung dengan Taliban akan diadakan dalam dua minggu ke depan, di salah satu negara Eropa. Rahimi menyebut, pemerintah akan diwakili oleh delegasi beranggotakan 15 orang.
Namun Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, membantah hal itu. Dia mengatakan, pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan hanya akan terjadi setelah kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai penarikan mundur pasukan.
"Pembicaraan Intra-Afghanistan akan dimulai hanya setelah penarikan pasukan asing diumumkan," kata Shaheen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/7).
Terkait penarikan mundur pasukan, AS dan Taliban sejauh ini belum menemui kata sepakat mengenai hal ini. Meski demikian, dalam putaran terbaru pembicaraan AS-Taliban yang berlangsung di Doha beberapa waktu lalu, sudah ada kemajuan dalam pembicaraan mengenai penarikan mundur pasukan tersebut.
Sekitar 20 ribu tentara asing, sebagian besar dari mereka adalah orang Amerika, berada di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS untuk melatih, membantu, dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan AS juga melakukan operasi kontra-terorisme
Menteri Negara Urusan Perdamaian Afghanistan, Abdul Salam Rahimi kemarin mengatakan, bahwa pembicaraan langsung dengan Taliban akan diadakan dalam dua minggu ke depan, di salah satu negara Eropa. Rahimi menyebut, pemerintah akan diwakili oleh delegasi beranggotakan 15 orang.
Namun Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Qatar, membantah hal itu. Dia mengatakan, pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan hanya akan terjadi setelah kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai penarikan mundur pasukan.
"Pembicaraan Intra-Afghanistan akan dimulai hanya setelah penarikan pasukan asing diumumkan," kata Shaheen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/7).
Terkait penarikan mundur pasukan, AS dan Taliban sejauh ini belum menemui kata sepakat mengenai hal ini. Meski demikian, dalam putaran terbaru pembicaraan AS-Taliban yang berlangsung di Doha beberapa waktu lalu, sudah ada kemajuan dalam pembicaraan mengenai penarikan mundur pasukan tersebut.
Sekitar 20 ribu tentara asing, sebagian besar dari mereka adalah orang Amerika, berada di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin AS untuk melatih, membantu, dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan AS juga melakukan operasi kontra-terorisme
(esn)