Gelombang Panas, Bonbin Belgia Berikan Es Batu untuk Harimau

Kamis, 25 Juli 2019 - 08:13 WIB
Gelombang Panas, Bonbin...
Gelombang Panas, Bonbin Belgia Berikan Es Batu untuk Harimau
A A A
BRUSSELS - Sebuah kebun binatang (bonbin) Belgia memberi makan ayam dalam es batu raksasa ke harimau peliharaan mereka. Itu dilakukan di tengah gelombang panas memanggang Eropa dan mencatat rekor suhu terpanas.

Pihak kebun binatan Pairi Daiza, sebuah kebun binatag di Belgia barat, para penjaganya member makan ayam di dalam es batu untuk harimau. Mereka juga memberikan semangka, yang juga terbungkus es, untuk beruang mereka. Para pengunjung juga mendapatkan sebotol air gratis.

"Kami membuat gua-gua dengan AC di dalam untuk panda, karena mereka yang paling rentan terhadap cuaca panas seperti ini, tetapi mereka masih lebih suka tinggal di luar, karena mereka menyukai ruang terbuka," ujar juru bicara pihak kebun binatang Mathieu Goedefroy seperti dilansir dari Reuters, Kamis (25/7/2019).

Sejumlah anak-anak yang tengah berlibur tampak bermain air mancur. Sementara para orang dewasa berenang dan menikmati es krim.

"Ini adalah hal terbaik yang bisa terjadi," kata seorang warga Munich, Manuela Lukas.

"Menyedihkan, musim dinginnya sangat panjang dan di Jerman juga tidak begitu indah, jadi kamu harus memanfaatkannya dan nikmati saja," imbuhnya.

Sementara itu Bruneau Etienne, Presiden federasi peternakan lebah Belgia CARI, mengatakan lebah berada di bawah ancaman karena pada suhu yang berlebihan, mereka lebih suka tinggal di dalam sarang, yang berarti mereka tidak mengumpulkan serbuk sari dan berisiko mengalami dehidrasi.

"Jika situasinya berlanjut, koloni lebah akan mati," katanya.

Untuk diketahui, Belgia mencatat rekor suhu terpanas pada Rabu kemarin yang mencapai 39,9 C. Rekor suhu panas sebelumnya yaitu 36,6 C yang tercatat pada Juni 1947 dalam catatan yang berasal dari tahun 1833. Hal itu diungkapkan Kepala Perkiraan Cuaca pada Institut Meteorologi Kerajaan David Dehenauw.

Lembaga itu pada Selasa kemarin telah mengeluarkan peringatan "kode merah" pertama - sistem yang telah digunakan selama 20 tahun - mendesak masyarakat untuk minum banyak air putih dan menjauhkan diri dari sinar matahari.

Para ahli iklim mengatakan gelombang panas akan menjadi lebih sering sebagai akibat dari pemanasan global.

"Dengan perubahan iklim lebih lanjut, ada kemugkinan 50% memiliki musim panas yang panas di masa depan. Itu mirip dengan mengatakan bahwa musim panas normal di masa depan akan sepanas musim panas terpanas kami hingga saat ini," kata Declan Finney, seorang peneliti di Universitas Leeds di Inggris.

Seorang ilmuwan penelitian iklim senior di Universitas Reading Inggris, Peter Innes mengatakan, frekuensi panas yang lebih besar baru-baru ini sejalan dengan ekspektasi tentang pemanasan global buatan manusia.

Dia merujuk pada sebuah penelitian yang mengamati gelombang panas Eropa tahun 2003 dan sebuah temuan bahwa pada pertengahan abad ke-21, hal ini bisa menjadi sesuatu yang umum.

"Diperkirakan sekitar 35.000 orang meninggal akibat gelombang panas Eropa pada tahun 2003, jadi ini bukan masalah sepele," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Cegah Pemanasan Global,...
Cegah Pemanasan Global, PLTS Atap Pabrik Tepung Terigu Terbesar di Indonesia Diresmikan
Lapisan Es Kian Menipis,...
Lapisan Es Kian Menipis, Suhu di Antartika Naik 1,8 Derajat Celsius
Atasi Pemanasan Global,...
Atasi Pemanasan Global, Begini Cara Ilmuwan Ingin Redupkan Matahari
Aktivis Muda Menggelar...
Aktivis Muda Menggelar Pemogokan Iklim Global Untuk Menyoroti Efek Pemanasan Global
Masalah Global Warming...
Masalah Global Warming Dinilai Perlu Jadi Perhatian Bersama
Maba Unitomo Gelar Aksi...
Maba Unitomo Gelar Aksi Teatrikal Stop Global Warming
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
44 menit yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
1 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
1 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
2 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
2 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
3 jam yang lalu
Infografis
Metode Ilmuwan untuk...
Metode Ilmuwan untuk Pastikan Keberadaan Harimau Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved