Rusia Kecam Pernyataan Utusan AS Soal Perdamaian Israel-Palestina
Rabu, 24 Juli 2019 - 20:38 WIB
Rusia Kecam Pernyataan Utusan AS Soal Perdamaian Israel-Palestina
A
A
A
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia melemparkan kecaman atas pernyataan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt soal perdamaian Israel-Palestina. Greenbaltmenyebut resolusi PBB tidak bisa menjadi dasar dari kesepakatan damai Israel-Palestina.
"Konsensus internasional ini adalah hukum internasional, karena resolusi Dewan Keamanan adalah hukum internasional - mereka hanya perlu dipatuhi," kata Nebenzia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Rabu (24/7).
“Masalahnya bukan terletak pada kurangnya konsensus internasional, lebih tepatnya masalah ini berkaitan dengan fakta bahwa ada ketidakpedulian total terhadap konsensus yang diakui secara internasional oleh Amerika Serikat saat ini," sambungnya.
Greenblatt mengatakan, masalah ini tidak akan diselesaikan dengan referensi ke hukum internasional, yang ia sebut tidak meyakinkan.
"Perdamaian yang komprehensif dan langgeng tidak akan diciptakan oleh fiat hukum internasional atau oleh resolusi yang tidak jelas dan banyak dipengaruhi kata-kata ini. Visi untuk perdamaian yang kami rencanakan untuk disajikan tidak akan ambigu, tidak seperti banyak resolusi yang telah disahkan di majelis ini," ucapnya, mengacu pada apa yang disebut rencana perdamaian yang telah dikembangkan Washington tanpa persetujuan Palestina untuk mengakhiri konflik.
Dia kemudian mencatat bahwa rencana perdamaian yang digagas oleh AS tidak akan didasarkan pada fiksi konsensus internasional. Alasanya, hal ini tidak lebih dari topeng untuk tidak bertindak.
"Konsensus internasional ini adalah hukum internasional, karena resolusi Dewan Keamanan adalah hukum internasional - mereka hanya perlu dipatuhi," kata Nebenzia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Rabu (24/7).
“Masalahnya bukan terletak pada kurangnya konsensus internasional, lebih tepatnya masalah ini berkaitan dengan fakta bahwa ada ketidakpedulian total terhadap konsensus yang diakui secara internasional oleh Amerika Serikat saat ini," sambungnya.
Greenblatt mengatakan, masalah ini tidak akan diselesaikan dengan referensi ke hukum internasional, yang ia sebut tidak meyakinkan.
"Perdamaian yang komprehensif dan langgeng tidak akan diciptakan oleh fiat hukum internasional atau oleh resolusi yang tidak jelas dan banyak dipengaruhi kata-kata ini. Visi untuk perdamaian yang kami rencanakan untuk disajikan tidak akan ambigu, tidak seperti banyak resolusi yang telah disahkan di majelis ini," ucapnya, mengacu pada apa yang disebut rencana perdamaian yang telah dikembangkan Washington tanpa persetujuan Palestina untuk mengakhiri konflik.
Dia kemudian mencatat bahwa rencana perdamaian yang digagas oleh AS tidak akan didasarkan pada fiksi konsensus internasional. Alasanya, hal ini tidak lebih dari topeng untuk tidak bertindak.
(esn)