China Sebut AS Rusak Stabilitas Global

Rabu, 24 Juli 2019 - 15:03 WIB
China Sebut AS Rusak...
China Sebut AS Rusak Stabilitas Global
A A A
BEIJING - China mengecam Amerika Serikat (AS) karena dianggap telah merusak stabilitas global. Negeri Tirai Bambu itu mencatat meningkatnya persaingan strategis di antara negara-negara besar.

Hal itu tertuang dalam buku putih pertahanan pertama China sejak Presiden Xi Jinping melakukan reformasi militer pada 2015 lalu. Berjudul "Pertahanan Nasional China di Era Baru," bagian utama dari buku putih ini dibagi menjadi enam bagian: situasi keamanan internasional, kebijakan pertahanan nasional defensif China di era baru, memenuhi misi dan tugas angkatan bersenjata China di era baru

Bagian lain buku ini memuat reformasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata China, pengeluaran pertahanan yang masuk akal dan sesuai, dan secara aktif berkontribusi untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (24/7/2019).

"Persaingan strategis internasional sedang meningkat," kata Kementerian Pertahanan China dalam buku itu.

"Washington telah memicu dan mengintensifkan persaingan di antara negara-negara utama, secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanannya, mendorong kapasitas tambahan dalam pertahanan nuklir, luar angkasa, siber dan rudal, dan merusak stabilitas strategis global," sambung buku itu seperti dikutip dari Al Jazeera.

Buku itu juga mengatakan bahwa Beijing akan mengejar kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif. Namun buku itu juga menegaskan menentang kemerdekaan Taiwan dan tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membuat wilayah independen itu di bawah kendalinya.

Ditambahkan bahwa China bertujuan untuk menyelesaikan modernisasi militernya pada tahun 2035. "Sepenuhnya mengubah angkatan bersenjata rakyat menjadi pasukan kelas dunia pada pertengahan abad ke-21," kata buku itu seperti dikutip dari Japan Times.

"Militer China yang kuat adalah kekuatan besar bagi perdamaian dunia, stabilitas dan pembangunan komunitas dengan masa depan yang sama bagi umat manusia," demikian isi buku putih itu.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
58 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved