Protes Pelanggaran Wilayah Udara, Korsel Panggil Perwakilan Rusia
Selasa, 23 Juli 2019 - 19:37 WIB
Protes Pelanggaran Wilayah Udara, Korsel Panggil Perwakilan Rusia
A
A
A
SEOUL - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) dilaporkan telah memanggil Wakil Duta Besar Rusia untuk Korsel, Maxim Volkov untuk menyampaikan protes atas pelanggaran wilayah udara oleh jet Rusia.
"Kementerian Luar Negeri Korsel memanggil Volkov untuk menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan insiden yang melibatkan pelanggaran wilayah udara Korsel oleh sepasang pembom strategis Tu-95MS Rusia dan pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50," kata kementerian itu.
"Volkov dipanggil dan diberitahu bahwa intrusi pesawat militer Rusia ke wilayah udara Korea tidak hanya merusak hubungan persahabatan dan kepercayaan antara kedua negara, tetapi bertentangan dengan norma-norma internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (23/7).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pesawat pengebom mereka telah melanggar ruang udara Korsel. Moskow kemudian menuduh jet Korsel melakukan manuver berbahaya yang mengancam pesawat mereka.
"Pilot Korsel tidak melakukan komunikasi dengan pilot kami. Ini bukan pertama kalinya pilot Korsel mengganggu penerbangan militer Rusia ke perairan netral," kata kementerian itu.
"Kementerian Luar Negeri Korsel memanggil Volkov untuk menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan insiden yang melibatkan pelanggaran wilayah udara Korsel oleh sepasang pembom strategis Tu-95MS Rusia dan pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50," kata kementerian itu.
"Volkov dipanggil dan diberitahu bahwa intrusi pesawat militer Rusia ke wilayah udara Korea tidak hanya merusak hubungan persahabatan dan kepercayaan antara kedua negara, tetapi bertentangan dengan norma-norma internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (23/7).
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pesawat pengebom mereka telah melanggar ruang udara Korsel. Moskow kemudian menuduh jet Korsel melakukan manuver berbahaya yang mengancam pesawat mereka.
"Pilot Korsel tidak melakukan komunikasi dengan pilot kami. Ini bukan pertama kalinya pilot Korsel mengganggu penerbangan militer Rusia ke perairan netral," kata kementerian itu.
(esn)