Untuk Sementara, Trump Tak Ingin Sanksi Turki soal S-400 Rusia

Jum'at, 19 Juli 2019 - 09:06 WIB
Untuk Sementara, Trump...
Untuk Sementara, Trump Tak Ingin Sanksi Turki soal S-400 Rusia
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump mengatakan dia tidak mempertimbangkan untuk segera memberlakukan sanksi baru terhadap Turki karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia. Sebelumnya, Washington mengeluarkan Ankara dari program pesawat jet tempur siluman F-35.

"Kami tidak melihat itu sekarang," Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tentang kemungkinan penjatuhan sanksi terhadap Ankara atas kesepakatan yang membuat marah AS dan semakin memperburuk ketegangan antara kedua sekutu NATO.

Turki tetap belum aman dari sanksi Amerika di bawah undang-undang bernama Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) 2017. UU itu sejatinya menargetkan Rusia, Korea Utara dan Iran, namun di dalamnya mengamanatkan pemerintah Amerika menjatuhkan sanksi terhadap negara mana pun yang membeli persenjataan Rusia dan kedua negara tersebut.

Bila Ankara terkena sanksi dari UU tersebut, maka kemungkinan dampaknya adalah perushaan-perushaan Turki terkena pembatasan untuk mendapatkan pinjaman bank AS dan akses terhadap sistem keuangan AS sepenuh bisa diblokir.

Kendati demikian, Trump masih enggan menggunakan langkah-langkah seperti itu. Presiden AS itu pada Selasa lalu telah memperjelas bahwa keputusan yang diambil terhadap Turki.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit di mana mereka (Turki) berada, dan ini adalah situasi yang sulit di mana kita ditempatkan, Amerika Serikat," katanya.

Langkah AS yang untuk sementara tidak menjatuhkan sanksi itu tetap berpotensi membuat Ankara marah. Ancaman sanksi itu telah dikecam Turki karena tidak sesuai dengan semangat aliansi.

Turki sebenarnya sudah memutuskan untuk membeli sekitar 100 unit jet tempur siluman F-35 Lokheed Martin. Negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu juga awalnya bagian dari konsorsium gabungan dalam program F-35, di mana Ankara memproduksi sebanyak 900 bagian untuk pesawat. Namun, keputusan Washington mengeluarkan Turki dari program itu telah mengacau mimpi pemerintah Erdogan untuk memiliki jet tempur termahal tersebut.

Pemindahan produksi bagian-bagian pesawat F-35 dari Turki ke negara lain juga membuat AS rugi besar. Menurut seorang pejabat AS kepada Reuters, yang dilansir Jumat (19/7/2019), pemindahan produksi itu membuat Washington mengeluarkan biaya antara USD500 juta hingga USD600 juta.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Yakin Turki...
Erdogan Yakin Turki Akan Miliki Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Operasikan S-400 Rusia
Erdogan Disebut Minta...
Erdogan Disebut Minta Putin Ambil Kembali Sistem Rudal S-400 Rusia demi Jet Tempur Siluman F-35
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Erdogan Ingin Beli Jet...
Erdogan Ingin Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS, Trump Minta Turki Stop Beli Minyak Rusia
AS Tetap Tolak Turki...
AS Tetap Tolak Turki Gabung Program Jet Tempur Siluman F-35 karena S-400 Rusia
Berita Terkini
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
40 menit yang lalu
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
2 jam yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
3 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
5 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
6 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
7 jam yang lalu
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved