Trump Klaim Banyak Kemajuan untuk Redakan Krisis Iran
Rabu, 17 Juli 2019 - 05:45 WIB
Trump Klaim Banyak Kemajuan untuk Redakan Krisis Iran
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa telah banyak kemajuan yang dibuat untuk mengakhiri perselisihan dengan Iran. Dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa Iran ingin berbicara dengan musuh bebuyutannya itu.
“Banyak kemajuan telah dibuat. Kami akan melihat apa yang terjadi. Tetapi banyak kemajuan telah dicapai,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/7/2019).
Trump mengatakan pakta nuklir Iran yang disepakati di bawah pendahulunya, Barack Obama, terlalu lemah untuk mencegah Teheran mengembangkan bom atom.
"Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Kami ingin membantu mereka. Kami akan baik pada mereka, kami akan bekerja dengan mereka. Kami akan membantu mereka dengan cara apa pun yang kami bisa, tetapi mereka tidak dapat memiliki senjata nuklir. Ngomong-ngomong, kami tidak mencari perubahan rezim," tuturnya.
"Mereka (juga) tidak dapat menguji rudal balistik," imbuhnya.
Ketegangan meningkat sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu membatalkan perjanjian nuklir negara-negara besar dengan Iran. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran setuju untuk mengurangi pengayaan uraniumnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi global yang melumpuhkan ekonominya.
Washington sejak itu menerapkan kembali sanksi kejam untuk menekan perdagangan minyak Iran dalam kebijakan "tekanan maksimum" pada Teheran untuk menyetujui batas yang lebih ketat pada kapasitas nuklirnya, mengekang program rudal balistiknya dan mengakhiri dukungan untuk pasukan proksi dalam perebutan kekuasaan Timur Tengah dengan AS - orang Arab Teluk.
Ketakutan akan konflik langsung AS-Iran telah meningkat sejak Mei dengan beberapa serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk, Iran menembak jatuh drone AS, dan rencana serangan udara AS terhadap Iran bulan lalu yang dibatalkan Trump pada menit terakhir.
“Banyak kemajuan telah dibuat. Kami akan melihat apa yang terjadi. Tetapi banyak kemajuan telah dicapai,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/7/2019).
Trump mengatakan pakta nuklir Iran yang disepakati di bawah pendahulunya, Barack Obama, terlalu lemah untuk mencegah Teheran mengembangkan bom atom.
"Mereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Kami ingin membantu mereka. Kami akan baik pada mereka, kami akan bekerja dengan mereka. Kami akan membantu mereka dengan cara apa pun yang kami bisa, tetapi mereka tidak dapat memiliki senjata nuklir. Ngomong-ngomong, kami tidak mencari perubahan rezim," tuturnya.
"Mereka (juga) tidak dapat menguji rudal balistik," imbuhnya.
Ketegangan meningkat sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu membatalkan perjanjian nuklir negara-negara besar dengan Iran. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran setuju untuk mengurangi pengayaan uraniumnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi global yang melumpuhkan ekonominya.
Washington sejak itu menerapkan kembali sanksi kejam untuk menekan perdagangan minyak Iran dalam kebijakan "tekanan maksimum" pada Teheran untuk menyetujui batas yang lebih ketat pada kapasitas nuklirnya, mengekang program rudal balistiknya dan mengakhiri dukungan untuk pasukan proksi dalam perebutan kekuasaan Timur Tengah dengan AS - orang Arab Teluk.
Ketakutan akan konflik langsung AS-Iran telah meningkat sejak Mei dengan beberapa serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk, Iran menembak jatuh drone AS, dan rencana serangan udara AS terhadap Iran bulan lalu yang dibatalkan Trump pada menit terakhir.
(ian)