Kisah Wanita Dipenjara karena Menyuruh Suami Lakukan Pekerjaan Rumah

Selasa, 02 Juli 2019 - 10:53 WIB
Kisah Wanita Dipenjara...
Kisah Wanita Dipenjara karena Menyuruh Suami Lakukan Pekerjaan Rumah
A A A
LONDON - Seorang wanita telah ditangkap, dipenjara, dan telah dibawa ke pengadilan atas tuduhan "mengontrol perilaku" suami secara berlebihan. Dia dituduh kerap mengomel dan menyuruh suaminya melakukan banyak pekerjaan rumah sehingga menyita waktu kerja sang suami.

Tindakan seperti itu dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang dapat dihukum oleh hukum di Inggris. Pria yang dilaporkan "diperdaya" istrinya itu bekerja di sebuah gym dan berprofesi sebagai binaraga.

Kasus ini terjadi 14 bulan lalu dan wanita bernama Valerie Sanders, 58, tersebut telah dibawa ke pengadilan pada 25 Juni. Namun, kasus itu pada akhirnya dibatalkan setelah seorang saksi kunci memutuskan untuk tidak lagi mendukung penuntutan.

"Ini keterlaluan jika sampai ke pengadilan," kata Sanders.

Suaminya, Michael, 58, mengatakan bahwa dia tidak yakin apakah dia harus pergi ke pengadilan atau tidak karena itu bukan keputusannya. Namun, dia mengklaim sang istri mengendalikannya secara terus-menerus.

Menurut laporan media lokal, proses hukum terhadap Sanders sudah dimulai pada April 2018, yakni ketika staf JobCentre—agen negara yang bertanggung jawab atas pekerjaan di Inggris—melakukan inspeksi di tempat kerja suaminya.

Selama inspeksi, staf agen memerhatikan bahwa suasana hati Michael telah berubah menjadi lebih buruk. Suasana itu muncul karena masalah hidup dengan istrinya.

Staf agen itu kemudian memberi tahu polisi tentang situasi tersebut. Menanggapi laporan, pihak berwenang tiba di kediaman Sanders di North Yorkshire, Inggris dan menangkap Sanders atas tuduhan "mengontrol perilaku" seseorang secara berlebihan.

“Saya dibawa ke stasiun (kantor polisi) dan dikunci di sel. Saya tidak pernah dalam masalah. Saya merasa ngeri. Saya merasa seperti penjahat," kata Sanders, seperti dikutip The Star, Selasa (2/7/2019).

Dia membantah tuduhan itu. Dia mengklarifikasi bahwa dia hanya meninggalkan catatan untuk pasangannya agar melakukan pekerjaan rumah, seperti membersihkan bagian-bagian rumah dan membersihkan pintu teras.

"Tentunya itu tidak mengontrol (perilaku), kalau tidak apa setiap pasangan menikah akan ke pengadilan?," kata Sanders.

Permohonannya yang menyatakan diri tidak bersalah diterima pengadilan. Pasangan tersebut saat ini sedang dalam proses perceraian. Sanders kemudian jatuh cinta pada Tony Mableson, seorang pembersih, yang usianya 33 tahun atau lebih muda darinya.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
21 menit yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
2 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
3 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
4 jam yang lalu
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Israel Diseret ke ICC...
Israel Diseret ke ICC karena Lakukan Genosida dan Apartheid di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved