Duterte Beri China Hak Istimewa, Boleh Menangkap Ikan di ZEE Filipina

Rabu, 26 Juni 2019 - 16:18 WIB
Duterte Beri China Hak...
Duterte Beri China Hak Istimewa, Boleh Menangkap Ikan di ZEE Filipina
A A A
MANILA - China dapat menangkap ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina di Laut China Selatan. Hal itu diungkapkan juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, meskipun ada peringatan dari pejabat lain bahwa tindakan ini inkonstitusional.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan Duterte memberikan China "hak istimewa" tersebut atas dasar persahabatan, dan karena pendanaan serta hubungan dagang yang diperluas oleh Beijing kepada pemerintahnya. Hal itu diungkapkan Panelo dalam sebuah wawancara dengan radio lokal DMX.

"Kami melakukan negosiasi dengan China yang akan membantu mengembangkan negara kami. Kami mendapat manfaat dari mereka, jadi mungkin yang diinginkan Presiden adalah bahwa kami juga memberikan sedikit dari apa yang menjadi milik kami," tutur Panelo.

"Duterte tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan negaranya," tegasnya seperti dikutip dari Straits Times, Rabu (26/6/2019).

Namun kebijakan Duterte mendapat tentangan dari pejabat pemerintah lainnya, memperingatkan bahwa mengizinkan China menangkap ikan di ZEE Filipina melanggar Konstitusi.

Senator Panfilo Lacson, misalnya, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa persahabatan bukanlah dasar untuk melepaskan hak ekonomi eksklusif.

Sementara hakim pengadilan tinggi Antonio Carpio dalam sebuah pernyataan mengatakan Duterte tidak memiliki wewenang untuk melepaskan hak ekonomi ke daerah-daerah yang hanya dapat digunakan oleh orang Filipina berdasarkan Konstitusi.

"Tidak ada pejabat pemerintah yang bisa melepaskan hak berdaulat rakyat Filipina ini tanpa persetujuan mereka," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
China Bantah kalau Mantan...
China Bantah kalau Mantan Presiden Filipina Duterte Minta Suaka
Sengketa Laut China...
Sengketa Laut China Selatan, Duterte kepada China: Taati Hukum!
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Mundur dari Dunia Politik,...
Mundur dari Dunia Politik, Duterte Calonkan Putrinya Jadi Capres
Larang Putrinya Nyapres,...
Larang Putrinya Nyapres, Duterte: Ini Bukan untuk Perempuan
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
1 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
1 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
3 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
6 jam yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
7 jam yang lalu
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved