Iran Ogah Perang Tapi Akan Merespon Jika AS Langgar Wilayah

Rabu, 26 Juni 2019 - 15:28 WIB
Iran Ogah Perang Tapi...
Iran Ogah Perang Tapi Akan Merespon Jika AS Langgar Wilayah
A A A
TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak pernah mencari perang dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu diungkapkan Rouhani saat berbicara dengan koleganya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron.

"Iran tidak memiliki minat untuk meningkatkan ketegangan di kawasan dan tidak pernah mencari perang dengan negara mana pun, termasuk (AS)," kata Rouhani kepada Macron seperti dikutip AFP dari kantor berita Iran, IRNA, Rabu (26/6/2019).

"Kami selalu berkomitmen untuk perdamaian dan stabilitas regional dan akan melakukan upaya dalam hal ini," tegas Presiden Iran itu kepada Macron.

Meski begitu, Rouhani menyatakan Iran akan merespon dengan tegas jika AS berulang kali melanggar perbatasan.

"Jika Amerika sekali lagi ingin melanggar wilayah udara Iran atau memasuki perairan Iran, Angkatan Bersenjata Iran akan menentang mereka dan memberikan tanggapan tegas," kata Rouhani seperti disitir dari Sputnik.

Pembicaraan antara Rouhani dan Macron terjadi di tengah lonjakan ketegangan antara Iran dan AS pasca sebuah drone ditembak jatuh Teheran. Kedua negara pun terlibat perang kata-kata.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan serangan balasan terhadap Iran pada menit terakhir, menolak klaim Teheran bahwa pesawat itu berada di wilayah udaranya.

Namun tekanan meningkat minggu ini dengan Trump mengumumkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi Iran dan pejabat tinggi. Langkah-langkah itu adalah yang terbaru terhadap Teheran sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.

Rouhani menyalahkan Amerika Serikat atas ketegangan regional. "Jika Washington tetap berpegang pada kesepakatan nuklir kita akan menyaksikan perkembangan positif di kawasan itu," ujarnya.

Iran mengumumkan pada bulan Mei bahwa mereka akan menangguhkan dua janjinya di bawah kesepakatan nuklir 2015, memberikan pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian dua bulan untuk membantunya menghindari sanksi AS.

Pada hari Selasa, pejabat tinggi keamanan Teheran mengatakan Iran akan "secara paksa" mengurangi komitmen lebih lanjut mulai 7 Juli.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
46 menit yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
8 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
9 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
10 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
11 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved