Pompeo Berharap Kesepakatan Damai Afghanistan Tercapai Sebelum September

Rabu, 26 Juni 2019 - 10:28 WIB
Pompeo Berharap Kesepakatan...
Pompeo Berharap Kesepakatan Damai Afghanistan Tercapai Sebelum September
A A A
KABUL - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengatakan, pemerintahan Trump berharap kesepakatan damai untuk negara yang dilanda perang itu tercapai pada bulan September.

Hal itu diungkapkan Pompeo saat melakukan kunjungan dadakan ke Afghanistan. Kunjungan ini dilakukan ketika negosiator AS dan Taliban dijadwalkan bertemu di Qatar pada akhir pekan ini untuk putaran pembicaraan berikutnya untuk menemukan penyelesaian politik untuk perang Afghanistan.

“Saya harap kita memiliki kesepakatan damai sebelum 1 September. Itu jelas merupakan misi kami,” Pompeo mengatakan kepada wartawan di kedutaan AS di Kabul setelah pertemuannya dengan para pemimpin Afghanistan. Afghanistan akan mengadakan pemilihan presiden pada 28 September.

Proses dialog AS-Taliban terutama difokuskan pada menyusun garis waktu untuk penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan. Sebagai imbalan, teroris internasional tidak akan diizinkan untuk menggunakan daerah yang dikuasai Taliban untuk serangan terhadap negara lain.

Taliban mengendalikan atau merebut lebih dari 50% wilayah Afghanistan dan terus menimbulkan kerugian medan perang terhadap pasukan keamanan Afghanistan yang didukung AS.

"Kami telah membuat kemajuan nyata dan hampir siap untuk menyimpulkan draft teks yang menguraikan komitmen Taliban untuk bergabung dengan sesama warga Afghanistan dalam memastikan bahwa tanah Afghanistan tidak pernah lagi menjadi surga yang aman bagi para teroris," tutur Pompeo seperti disitir dari VOA, Rabu (26/6/2019).

Ia mengatakan diskusi dengan Taliban mengenai penarikan pasukan asing telah dimulai. Pompeo membantah klaim Taliban bahwa Washington telah setuju untuk menarik diri dari Afghanistan.

"Sementara kami telah menjelaskan kepada Taliban bahwa kami siap untuk menarik pasukan kami, saya ingin menjadi jelas bahwa kami belum menyetujui jadwal waktu untuk melakukannya," Pompeo menjelaskan.

Pompeo mengakui pembicaraan AS-Taliban akan menjadi dasar bagi perundingan perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan.

Pompeo mengunjungi Kabul ketika anggota kelompok oposisi mengadakan pertemuan umum besar di kota untuk memprotes perpanjangan yang diberikan kepada Presiden Ashraf Ghani oleh Mahkamah Agung negara tersebut. Mereka bersikeras masa jabatan lima tahun secara konstitusional Ghani berakhir pada Mei dan menuntut presiden untuk mundur. Ghani sendiri tengah berusaha untuk mempertahankan kekuasaannya lewat pemilu.

Pompeo pun menekankan perlunya pemilihan presiden Afghanistan yang kredibel.

“Saya mendesak pemerintah Afghanistan, Komisi Pemilihan Umum Independen, dan semua pemangku kepentingan politik untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pemilu dapat dipercaya,” Pompeo menekankan.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
31 menit yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
1 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
9 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
10 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
11 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
12 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved