AS Keukeuh Ingin Berunding, Iran Bilang Tidak Mungkin

Selasa, 25 Juni 2019 - 12:58 WIB
AS Keukeuh Ingin Berunding,...
AS Keukeuh Ingin Berunding, Iran Bilang Tidak Mungkin
A A A
NEW YORK - Duta Besar Iran untuk PBB memperingatkan bahwa situasi di Teluk Persia "sangat berbahaya" dan menyebut pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tidak mungkin dalam menghadapi meningkatnya sanksi dan intimidasi. Sementara Dubes AS mengatakan tujuan pemerintah Trump adalah untuk membawa Teheran kembali ke negosiasi.

Dubes Iran untuk PBB, Majid Takht Ravananchi menyebut sanksi baru AS indikasi lain dari sikap permusuhan Washington terhadap rakyat Iran. Ia mengatakan pemerintahan Trump harus mengurangi ketegangan dengan menghentikan "petualangan militernya" di kawasan itu, menarik "armada angkatan laut" dan bergerak menjauh dari "perang ekonomi melawan rakyat Iran."

Ravanchi mengatakan dia setuju dengan seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk mengurangi ketegangan di wilayah Teluk. Namuna ia menegaskan hal itu tergantung pada AS, bukan Iran.

Ia pun mengesampingkan pembicaraan dengan pemerintahan Trump.

"Anda tidak dapat memulai dialog dengan seseorang yang mengancam, yang mengintimidasi Anda," katanya, menuduh AS berusaha menghancurkan ekonomi Iran seperti dikutip dari AP, Selasa (25/6/2019).

Ravanchi lantas mendesak pemimpin PBB untuk memprakarsai dialog regional tentang keamanan regional. "Sehingga kita akan melihat wilayah baru untuk generasi yang akan datang," ucapnya.

Sementara itu Penjabat Duta Besar AS untuk PBB, Jonathan Cohen, menguraikan sejumlah kasus yang disalahkan kepada Iran. AS menyalahkan Iran atas serangan kapal tanker pada 12 Mei dan 13 Juni serta karena menembak jatuh drones AS di wilayah udara internasional pada 20 Juni lalu. Iran membantah telah menyerang kapal tanker dan mengatakan pesawat drones milik AS berada di atas wilayah udaranya.

"Iran harus memahami bahwa serangan-serangan ini tidak dapat diterima," kata Cohen.

"Sudah waktunya bagi dunia untuk bergabung dengan kami dalam mengatakannya," imbuh Cohen.

Cohen menegaskan kembali bahwa kebijakan AS tetap merupakan upaya ekonomi dan diplomatik untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan. Dia mengulangi seruannya agar diplomasi bertemu dengan diplomasi, mencatat bahwa Iran menolaknya dua minggu lalu sebagai "provokasi."

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan terbaru terhadap kapal tanker minyak dan mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal serta mengambil langkah-langkah serta tindakan untuk mengurangi eskalasi dan ketegangan. Pernyataan itu tidak menyebutkan serangan drone.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
28 menit yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
2 jam yang lalu
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
10 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
11 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved