Kolumnis AS Mengaku Jadi Korban Serangan Seks Trump Tahun 1990-an
Sabtu, 22 Juni 2019 - 09:45 WIB
Kolumnis AS Mengaku Jadi Korban Serangan Seks Trump Tahun 1990-an
A
A
A
NEW YORK - Seorang kolumnis untuk majalah mode Elle mengaku menjadi korban serangan seks Donald Trump di sebuah ruang ganti pusat perbelanjaan New York pertengahan 1990-an. Kala itu, Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut dikenal sebagai pengusaha real estate.
Pengakuan kolumnis bernama E Jean Carroll, 75, itu diterbitkan pada hari Jumat (21/6/2019) oleh New York Magazine.
Presiden Trump merespons cepat tuduhan kolumnis tersebut. Menurutnya, dia belum pernah bertemu E Jean Carroll, dan insiden yang dituduhkan itu tidak pernah terjadi.
Menurut pengakuan Carroll, serangan seks itu terjadi antara 1995-1996, ketika Trump menjadi pengembang real estate yang terkenal dan dia adalah penulis majalah terkenal dan pembawa acara televisi.
Pengakuan itu juga diterbitkan Carroll dalam buku terbarunya. Dia menjadi wanita ke-16 yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual sebelum ia menjadi presiden AS.
Carroll mengatakan dia bertemu Trump di department store Bergdorf Goodman di Manhattan saat mereka berdua berbelanja. Menurutnya, pertemuan itu awalnya ramah, di mana Trump meminta sarannya untuk membeli pakaian dalam untuk wanita yang tidak disebutkan namanya. Kemudian dengan bercanda, mereka masing-masing menyarankan agar mencobanya yang lain.
"Saat pintu ruang ganti ditutup, dia menerjang ke arah saya, mendorong saya ke dinding, memukul kepala saya dengan sangat buruk, dan menempatkan mulutnya ke bibir saya," tulis Carroll.
Carroll mengaku dijepit di dinding dan Trump melanjutkan dengan menurunkan celana ketatnya. Sedangkan Carroll mengaku saat itu masih berpakaian lengkap dan berhasil mendorong Trump keluar dan akhirnya dia lari dari ruang ganti.
Carroll tidak pernah pergi melapor ke polisi dengan alasan dia takut akan akibat yang akan dia terima.
Kolumnis itu baru membuat pengakuan saat ini, karena dulu takut setelah mendapat ancaman kematian hingga dipecat.
"Bergabung dengan 15 wanita yang telah maju dengan cerita-cerita yang kredibel tentang bagaimana pria itu meraih, merengek, meremehkan, menganiaya, melecehkan dan menyerang mereka," tulis Carroll.
Trump membalas dengan menuduh Carroll hanya mencari perhatian. Presiden juga membantah klaim serupa dari para perempuan yang lain.
"Saya belum pernah bertemu orang ini dalam hidup saya. Dia berusaha menjual buku baru, itu harus menunjukkan motivasinya," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP, Sabtu (22/6/2019). "Itu harus dijual di bagian fiksi."
Pengakuan kolumnis bernama E Jean Carroll, 75, itu diterbitkan pada hari Jumat (21/6/2019) oleh New York Magazine.
Presiden Trump merespons cepat tuduhan kolumnis tersebut. Menurutnya, dia belum pernah bertemu E Jean Carroll, dan insiden yang dituduhkan itu tidak pernah terjadi.
Menurut pengakuan Carroll, serangan seks itu terjadi antara 1995-1996, ketika Trump menjadi pengembang real estate yang terkenal dan dia adalah penulis majalah terkenal dan pembawa acara televisi.
Pengakuan itu juga diterbitkan Carroll dalam buku terbarunya. Dia menjadi wanita ke-16 yang menuduh Trump melakukan pelecehan seksual sebelum ia menjadi presiden AS.
Carroll mengatakan dia bertemu Trump di department store Bergdorf Goodman di Manhattan saat mereka berdua berbelanja. Menurutnya, pertemuan itu awalnya ramah, di mana Trump meminta sarannya untuk membeli pakaian dalam untuk wanita yang tidak disebutkan namanya. Kemudian dengan bercanda, mereka masing-masing menyarankan agar mencobanya yang lain.
"Saat pintu ruang ganti ditutup, dia menerjang ke arah saya, mendorong saya ke dinding, memukul kepala saya dengan sangat buruk, dan menempatkan mulutnya ke bibir saya," tulis Carroll.
Carroll mengaku dijepit di dinding dan Trump melanjutkan dengan menurunkan celana ketatnya. Sedangkan Carroll mengaku saat itu masih berpakaian lengkap dan berhasil mendorong Trump keluar dan akhirnya dia lari dari ruang ganti.
Carroll tidak pernah pergi melapor ke polisi dengan alasan dia takut akan akibat yang akan dia terima.
Kolumnis itu baru membuat pengakuan saat ini, karena dulu takut setelah mendapat ancaman kematian hingga dipecat.
"Bergabung dengan 15 wanita yang telah maju dengan cerita-cerita yang kredibel tentang bagaimana pria itu meraih, merengek, meremehkan, menganiaya, melecehkan dan menyerang mereka," tulis Carroll.
Trump membalas dengan menuduh Carroll hanya mencari perhatian. Presiden juga membantah klaim serupa dari para perempuan yang lain.
"Saya belum pernah bertemu orang ini dalam hidup saya. Dia berusaha menjual buku baru, itu harus menunjukkan motivasinya," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP, Sabtu (22/6/2019). "Itu harus dijual di bagian fiksi."
(mas)