Bolton Sebut Ancaman dari Iran Belum Berakhir
Jum'at, 31 Mei 2019 - 15:22 WIB
Bolton Sebut Ancaman dari Iran Belum Berakhir
A
A
A
LONDON - Ancaman dari Iran belum berakhir tetapi tindakan cepat dari Amerika Serikat (AS) telah membantu mencegahnya. Hal itu diungkapkan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.
Militer AS telah mengirim pasukan, termasuk sebuah kapal induk dan pembom B-52, ke Timur Tengah dalam suatu langkah yang menurut para pejabat AS dibuat untuk melawan "indikasi yang jelas" ancaman dari Iran terhadap pasukan Amerika di wilayah tersebut.
"Saya tidak berpikir ancaman ini sudah berakhir, tetapi saya pikir Anda bisa membuat setidaknya klaim bersyarat bahwa respon cepat dan penyebaran dan langkah-langkah lain yang kami ambil memang berfungsi sebagai pencegah," kata Bolton kepada wartawan saat kunjungan ke London.
Ditanya apakah ia berselisih dengan Presiden Donald Trump, yang mengatakan awal pekan ini bahwa AS tidak mencari perubahan rezim di Iran, ia mengatakan: "Kebijakan yang kami kejar bukanlah kebijakan perubahan rezim. Itulah faktanya dan semua orang harus memahaminya seperti itu," jelasnya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (31/5/2019).
Bolton mengatakan ada beberapa kemungkinan bukti bahwa Iran berada di belakang serangan bulan ini terhadap tanker minyak di Teluk akan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB minggu depan.
"Saya tidak berpikir siapa pun yang akrab dengan situasi di wilayah ini, apakah mereka telah memeriksa bukti atau tidak, telah sampai pada kesimpulan selain bahwa serangan ini dilakukan oleh Iran atau para proksi mereka," tukasnya.
Militer AS telah mengirim pasukan, termasuk sebuah kapal induk dan pembom B-52, ke Timur Tengah dalam suatu langkah yang menurut para pejabat AS dibuat untuk melawan "indikasi yang jelas" ancaman dari Iran terhadap pasukan Amerika di wilayah tersebut.
"Saya tidak berpikir ancaman ini sudah berakhir, tetapi saya pikir Anda bisa membuat setidaknya klaim bersyarat bahwa respon cepat dan penyebaran dan langkah-langkah lain yang kami ambil memang berfungsi sebagai pencegah," kata Bolton kepada wartawan saat kunjungan ke London.
Ditanya apakah ia berselisih dengan Presiden Donald Trump, yang mengatakan awal pekan ini bahwa AS tidak mencari perubahan rezim di Iran, ia mengatakan: "Kebijakan yang kami kejar bukanlah kebijakan perubahan rezim. Itulah faktanya dan semua orang harus memahaminya seperti itu," jelasnya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (31/5/2019).
Bolton mengatakan ada beberapa kemungkinan bukti bahwa Iran berada di belakang serangan bulan ini terhadap tanker minyak di Teluk akan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB minggu depan.
"Saya tidak berpikir siapa pun yang akrab dengan situasi di wilayah ini, apakah mereka telah memeriksa bukti atau tidak, telah sampai pada kesimpulan selain bahwa serangan ini dilakukan oleh Iran atau para proksi mereka," tukasnya.
(ian)