Rusia Wanti-wanti Risiko Konfrontasi Militer di Timur Tengah

Kamis, 30 Mei 2019 - 12:41 WIB
Rusia Wanti-wanti Risiko...
Rusia Wanti-wanti Risiko Konfrontasi Militer di Timur Tengah
A A A
MOSKOW - Iran semakin berniat untuk meninggalkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Hal ini semakin membuka jalan bagi runtuhnya kesepakatan nuklir 2015 dan berpotensi memicu konfrontasi militer.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, dalam sebuah wawancara.

Pada hari Rabu, Ryabkov mengunjungi Iran untuk mengadakan pembicaraan di Kementerian Luar Negeri. Diplomat itu mengatakan bahwa Rusia telah menyatakan keprihatinannya atas niat Teheran yang semakin kuat untuk meninggalkan kesepakatan itu kepada Iran selama konsultasi.

"Ini mungkin membuka jalan bagi runtuhnya JCPOA dan munculnya situasi kacau, di mana risiko konfrontasi militer akan semakin meningkat," ujar Ryabkov seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (30/5/2019).

Ryabkov juga mengatakan bahwa Amerika Serikat memberikan tekanan besar pada Iran tanpa menawarkan opsi alternatif ke negara Timur Tengah.

"Kita dapat melihat tekanan hebat dari Amerika Serikat terhadap Iran dan (kita dapat melihat) upaya untuk memeras negara ini. Pada saat yang sama, tidak ada agenda positif dan Amerika Serikat tidak menyarankan opsi alternatif. Itu hanya menyatakan, termasuk pada tingkat tinggi, bahwa itu terbuka untuk dialog. Tetapi itu bukan dasar untuk pembicaraan nyata," tutur Ryabkov.

Diplomat itu bersikeras bahwa jika AS bersedia terlibat dalam dialog dengan Iran, ia harus membuat saran tentang apa yang siap ditawarkan Iran sebagai imbalan untuk memulai pembicaraan mengenai persyaratan kesepakatan nuklir baru.

Mei ini menandai peringatan satu tahun penarikan Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.

Selama beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat dengan kedua belah pihak saling memperingatkan tentang kemungkinan konfrontasi militer tetapi mengatakan mereka ingin menghindarinya.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Joe Biden Klaim Amerika...
Joe Biden Klaim Amerika Serikat Sudah Tidak Memiliki Senjata Kimia
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Adu Kekuatan Militer...
Adu Kekuatan Militer Iran-Rusia vs Israel-Amerika Serikat, Siapa Lebih Unggul?
Berita Terkini
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
33 menit yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
1 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
2 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
3 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved