Kalah Main Game, Putra Taipan Ini Habisi Temannya Secara Mengerikan

Rabu, 29 Mei 2019 - 00:30 WIB
Kalah Main Game, Putra...
Kalah Main Game, Putra Taipan Ini Habisi Temannya Secara Mengerikan
A A A
KIEV - Seorang bocah 14 tahun, putra taipan Ukraina membunuh temannya dalam serangan pisau yang mengerikan. Pelaku menghabisi korban dengan kondisi kepala nyaris putus setelah kalah main game komputer.

Bocah bernama Vasya Turda, 14, dilaporkan menusuk temannya, Vasya Pop, 15, sebanyak 27 kali. Ayah korban mengatakan leher putranya digorok dari telinga hingga ke telinga lainnya selama insiden di Nizhnyaya Apsha, Ukraina.

Kasus pembunuhan ini telah disidangkan di pengadilan. Menurut pengadilan, korban dituduh pernah memprovokasi pelaku dengan kekerasan yang melanggar hukum, pelecehan sistematis atau penghinaan.

Dalam perselisihan sebelumnya, disebutkan bahwa Vasya Pop telah menarik celana putra taipan itu di hadapan gadis-gadis di sebuah kafe.

Vasya Turda telah dituntut dengan hukuman penjara 3,5 tahun. Pengadilan menyatakan, dia telah diberi game komputer 5D senilai £19.750 oleh ayahnya yang kaya.

Bocah remaja itu kemudian mengundang temannya yang bernama Vasya Pop ke rumah keluarganya untuk memamerkan perangkat lunak hi-tech barunya.

Tetapi beberapa jam kemudian leher Vasya Pop digorok dengan pisau dan dilaporkan memiliki total 27 luka tusuk. Tubuh korban ditemukan oleh nenek pelaku.

"Dia menusuk putra saya dengan pisau," kata Mikhail Pop, ayah korban. "Dia memiliki 27 luka tusuk, kepalanya hampir putus, lehernya digorok dari telinga ke telinga."

"Ini adalah serangan pertama, para ahli memberi tahu saya. Lalu dia menyalahgunakan jenazah," imbuh Mikhail Pop, seperti dikutip Mirror, Selasa (28/5/2019).

Mikhail Pop mencap penyerang putranya sebagai seorang "maniak".

Menurut laporan media setempat, Turda menyerang temannya ketika mereka bermain di konsol di lantai dua rumah yang besar.

Korban mencoba melarikan diri dengan darah mengalir dari lehernya. Korban berlari ke lantai dasar saat Turda mengejarnya dengan memegang pisau.

Gambar-gambar polisi menunjukkan jejak darah berserakan di rumah besar tersebut. Meski telah dituntut hukuman 3,5 tahun penjara, jaksa setempat kini ingin meningkatkan tuntutan hukuman menjadi 15 tahun penjara.
(mas)
Berita Terkait
Di Tengah Perang dengan...
Di Tengah Perang dengan Ukraina, Video Rusia Unjuk Kekuatan Militer Beredar
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Kedutaan Ukraina untuk...
Kedutaan Ukraina untuk Indonesia Rilis Video Kerusakan akibat Agresi Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Rusia Menembak Jatuh...
Rusia Menembak Jatuh 2 Jet Tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina di Kherson
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
49 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Harus Dihindari, Ini...
Harus Dihindari, Ini 6 Fakta Mengerikan Jamur Berbahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved