Redam Ketegangan, Iran Siap Berdialog dengan Negara-negara Teluk

Selasa, 28 Mei 2019 - 12:55 WIB
Redam Ketegangan, Iran...
Redam Ketegangan, Iran Siap Berdialog dengan Negara-negara Teluk
A A A
KUWAIT CITY - Iran menyatakan siap menciptakan mekanisme dialog dengan negara-negara Teluk Persia guna mengurangi ketegangan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi.

Araqchi saat ini sedang dalam kunjungan resmi ke Kuwait. Ia akan menyampaikan pesan dari Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif kepada diplomat top Kuwait Sheikh Sabah al Khalid al Sabah.

"Dialog dengan negara-negara regional adalah dasar bagi kebijakan luar negeri Iran dan atas dasar ini Iran siap untuk menciptakan mekanisme regional untuk memulai dialog dan kerja sama yang konstruktif dengan negara-negara ini," kata Araqchi, seperti dikutip Sputnik dari kantor berita Fars, Selasa (28/5/2019).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat (AS) menimbulkan ancaman bagi keamanan regional.

Pada hari Minggu, Araqchi memulai perjalanan ke negara-negara Teluk Persia, termasuk Oman, Kuwait dan Qatar, dalam upaya untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Ketegangan AS-Iran berkobar tahun lalu ketika AS secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran dan mulai menerapkan kembali sanksi terhadap republik Islam itu. Pada 8 Mei 2019, Iran mengumumkan keputusannya untuk menghentikan sebagian kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir.

AS dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan pasukannya di Timur Tengah dalam apa yang Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton sebut sebagai pesan yang jelas dan tidak salah untuk Iran. Pengerahan militer AS di kawasan itu termasuk kelompok tempur kapal induk, rudal Patriot, pembom B-52 dan pesawat tempur F-15, menurut Pentagon.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak bermaksud untuk berperang dengan Amerika Serikat, tetapi akan terus menentang Washington. Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan telah membuat pernyataan serupa, mengatakan Amerika Serikat tidak menginginkan perang melawan Iran.
(ian)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
1 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
2 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
4 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved