Presiden Sri Lanka Ampuni Biksu Buddha Penghasut Kekerasan Anti-Muslim

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:44 WIB
Presiden Sri Lanka Ampuni...
Presiden Sri Lanka Ampuni Biksu Buddha Penghasut Kekerasan Anti-Muslim
A A A
KOLOMBO - Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena memberikan pengampunan kepada biksu Buddha garis keras Galagoda Aththe Gnanasara. Biksu itu ditangkap dan dipenjara atas tuduhan menghasut kekerasan anti-Muslim dan menghina pengadilan.

Kantor presiden tidak memberikan alasan pemberian ampunan tersebut. Keputusan itu dikecam kelompok think-tank keamanan Sri Lanka sebagai pukulan terhadap "aturan hukum yang sudah rusak" di negara tersebut.

Galagoda Aththe Gnanasara adalah pemimpin kelompok Buddha garis keras Bodu Bala Sena (BBS) atau "Pasukan Kekuatan Buddha". Ampunan diberikan seminggu setelah kelompok-kelompok Buddha menyerang rumah, masjid dan toko-toko milik komunitas Muslim sebagai pembalasan atas pengeboman pada Minggu Paskah oleh oleh kelompok militan Islam yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Satu orang tewas dalam kerusuhan anti-Muslim baru-baru ini di Sri Lanka. Kerusuhan itu memicu pemerintah memberlakukan jam malam di seluruh negeri.

Para menteri pemerintah dan para pemimpin Muslim secara terbuka menuduh Gnanasara telah mengobarkan kekerasan terhadap Muslim dan Kristen sebelum akhirnya dia dipenjara. Namun, biksu itu menolak tuduhan tersebut.

Kepala eksekutif BBS, Dilantha Vithanage, mengaku telah diberi tahu bahwa presiden telah mengampuni Gnanasara.

"Dia tidak akan dibebaskan hari ini karena dokumennya belum selesai," kata Vithanage kepada kantor berita Reuters, yang dilansir Kamis (23/5/2019).

Seorang pejabat Kementerian Kehakiman mengatakan kepada Reuters mengatakan, "Kantor presiden telah mengirim dokumen yang relevan untuk mengampuni biksu Gnanasara ke kementerian."

Seorang juru bicara otoritas penjara belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Para biksu Buddah telah mendesak pembebasan Gnanasara. Para biksu itu memiliki pengaruh kuat dalam politik Sri Lanka.

"Sebuah pukulan besar terhadap aturan hukum Sri Lanka yang sudah babak belur, mengirimkan pesan yang salah setelah serangan (Minggu) Paskah," kata Alan Keenan, direktur proyek Sri Lanka di International Crisis Group, di Twitter.

"Sri Lanka yang damai menuntut semua komunitas untuk merasa aman dan setara. Mengampuni Gnanasara dengan impunitas Muslim, Kristen Evangelis dan Tamil adalah permainan yang adil," ujarnya.

Gnanasara pernah dijatuhi hukuman enam tahun penjara pada Agustus karena insiden 2016 ketika dia menghina sidang pengadilan terkait kasus penculikan seorang jurnalis di mana pejabat intelijen militer sebagai pihak yang dituduh.

Gnanasara juga dijatuhi hukuman dalam kasus terpisah pada Juni karena mengancam istri jurnalis tersebut.

Sejak 2014, biksu itu telah menghadapi tuduhan dalam kasus-kasus tentang kekerasan anti-Muslim, termasuk pidato kebencian dan menista Alquran.

Tahun itu, Gnanasara menandatangani perjanjian dengan Ashin Wirathu dari Myanmar—yang dijuluki sebagai "Bin Laden-nya Myanmar"—dalam apa yang disebut keduanya sebagai upaya untuk melawan konversi regional oleh umat Islam.
(mas)
Berita Terkait
Sri Lanka Mencekam,...
Sri Lanka Mencekam, Lautan Demonstran Serbu Kantor Perdana Menteri Sri Lanka
Ranil Wickremesinghe...
Ranil Wickremesinghe Duduki Kursi Presiden Sri Lanka yang Baru
Rumahnya Diserbu Ratusan...
Rumahnya Diserbu Ratusan Ribu Pendemo yang Marah, Presiden Sri Lanka Kabur
Pengunjuk Rasa Bobol...
Pengunjuk Rasa Bobol Istana Presiden dan PM Sri Lanka
Jelajahi Keindahan Sejarah...
Jelajahi Keindahan Sejarah dan Budaya Sri Lanka, Perjalanan Istimewa dengan Nuansa Mewah
Ranil Wickeremesinghe...
Ranil Wickeremesinghe Terpilih menjadi Presiden Sri Lanka
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
38 menit yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
1 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
3 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
4 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved