China Masih Optimis dengan Perundingan Dagang AS

Senin, 13 Mei 2019 - 12:34 WIB
China Masih Optimis...
China Masih Optimis dengan Perundingan Dagang AS
A A A
BEIJING - China dan Amerika Serikat (AS) sepakat menggelar lebih banyak perundingan dagang di Beijing.

Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He menjelaskan itu kemarin. Dia menambahkan, Presiden AS Donald Trump memerintahkan kepala perdagangannya memulai proses menerapkan tarif di semua barang impor dari China.

Liu menyuarakan optimisme mencapai kesepakatan tapi ada isu-isu prinsip yang China tidak bisa mundur. “Negosiasi tidak gagal,” ungkap Liu yang menjadi kepala negosiator dalam perundingan dagang dengan AS.

“Cukup bertentangan, saya pikir kemunduran kecil itu normal dan tak dapat dielakkan selama negosiasi kedua negara. Melihat ke depan, kami masih optimistik dengan hati-hati,” tutur Liu.

Optimisme Liu itu ditepis oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menjelaskan tidak ada perundingan lagi dengan China yang direncanakan sekarang.

Trump menulis di Twitter bahwa dia pikir China merasa dipukuli sangat keras dalam negosiasi terbaru sehingga mereka mungkin lebih baik menunggu pemilu presiden 2020 untuk melihat apakah mereka mendapat keberuntungan dan Demokrat menang sehingga mereka dapat erus mengambil dari AS USD500 miliar per tahun.

“Satu-satunya masalah ialah mereka tahu saya akan menang. Dan kesepakatan akan menjadi jauh lebih buruk bagi mereka jika itu dinegosiasikan pada periode kedua saya. Akan bagus bagi mereka untuk bertindak sekarang, tapi suka mengumpulkan Tarif Besar!” tweet Trump.

AS melancarkan perang tarif terhadap China pada Jumat (10/5) dengan menaikkan tarif untuk produk China senilai USD200 miliar di tengah perundingan putaran akhir untuk menyelamatkan kesepakatan dagang. Trump telah menunda tarif saat negosiasi antara Washington dan Beijing berlangsung.

Pada Jumat (10/5), Trump mengeluarkan perintah untuk menaikkan tarif dengan menyatakan China menggagalkan kesepakatan dengan mengingkari komitmen sebelumnya selama beberapa bulan negosiasi.

China menentang keras kenaikan tarif terbaru oleh AS. “Sekarang, kedua pihak telah mencapai pemahaman dalam banyak hal, tapi bicara jujur, ada juga perbedaan. Kami pikir perbedaan itu isu prinsip yang penting. Kami jelas tak dapat membuat konsesi atas isu-isu prinsip itu,” kata Liu.

Liu menjelaskan, perundingan akan berlanjut di Beijing tapi dia tak memberikan rincian lebih lanjut. Karena dianggap kurang ada kemajuan dalam perundingan, Trump memerintahkan menaikkan tarif. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
52 menit yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
54 menit yang lalu
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
2 jam yang lalu
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
3 jam yang lalu
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved