Jurnalis Perempuan Afghanistan Ditembak Mati di Kabul

Minggu, 12 Mei 2019 - 01:58 WIB
Jurnalis Perempuan Afghanistan...
Jurnalis Perempuan Afghanistan Ditembak Mati di Kabul
A A A
KABUL - Sekelompok orang bersenjata menembak mati seorang perempuan jurnalis televisi dan penasihat untuk parlemen Afghanistan di Kabul. Aksi ini menggarisbawahi ancaman terhadap perempuan dan mendapat kecaman luas.

Mina Mangal, yang biasa memberikan laporan untuk stasiun TV terkemuka Ariana News, dibunuh oleh dua pria tak dikenal dengan sepeda motor dekat rumahnya di Kabul timur, kata juru bicara kepolisian Basir Mujahid. Dia sedang dalam perjalanan untuk bekerja sebagai penasihat komisi urusan budaya parlemen.

Belum diketahui motif dari pembunuhan tersebut. Tetapi juru bicara kepolisian Kabul lainnya, Ferdous Farahmarz, mengatakan penyebabnya mungkin adalah perselisihan keluarga .

Pembunuhan itu terjadi ditengah meningkatnya fokus terhadap hak-hak perempuan menjelang kemungkinan keluarnya pasukan asing dari Afghanistan dan potensi kembalinya Taliban dalam pemerintahan.

Aksi ini memicu kemarahan atas buruknya keamanan bagi perempuan di Ibu Kota Kabul. Beberapa warga Afghanistan berbagi fotonya di media sosial dan menuntut hukuman berat bagi para pelaku.

"Di negara di mana hidup saya dalam bahaya sebagai jurnalis, saya ingin pemerintah tidak menunjukkan penghargaan atas pekerjaan kami tetapi untuk fokus pada bagaimana melindungi kami," Zalma Kharooty, seorang jurnalis wanita Afghanistan, dalam postingannya di Facebook seperti dikutip dari Reuters, Minggu (12/5/2019).

Afganistan berada di dekat bagian bawah indeks global tentang kesetaraan gender, dengan pernikahan paksa, pembunuhan demi kehormatan dan kekerasan domestik yang lazim terjadi secara nasional, khususnya di daerah pedesaan.

Ketika pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Taliban mendapatkan momentum, banyak wanita takut kehilangan kebebasan yang diperoleh dengan susah payah sejak pasukan Afghanistan yang didukung AS menggulingkan Taliban pada tahun 2001. Selama memerintah pada 1996-2001, Taliban melarang wanita bekerja di luar rumah dan mengharuskan mereka untuk ditemani oleh saudara laki-laki.
(ian)
Berita Terkait
Unjuk Rasa Pengungsi...
Unjuk Rasa Pengungsi Imigran Afghanistan di Batam
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Demo ke Gedung DPR RI Tuntut Dipindah ke Negara Tujuan
Detik-Detik Pengungsi...
Detik-Detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Terekam Video Amatir
Pencari Suaka Asal Afghanistan...
Pencari Suaka Asal Afghanistan Dirikan Tenda di Trotoar Kebon Sirih
Pengungsi Afghanistan...
Pengungsi Afghanistan Tiba di Bandara Dulles Virginia
Ratusan Imigran Afghanistan...
Ratusan Imigran Afghanistan Unjuk Rasa di Medan
Berita Terkini
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
29 menit yang lalu
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
1 jam yang lalu
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
2 jam yang lalu
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
3 jam yang lalu
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved