Eks Agen CIA Mengaku Bocorkan Rahasia Intelijen AS ke China
Kamis, 02 Mei 2019 - 13:45 WIB
Eks Agen CIA Mengaku Bocorkan Rahasia Intelijen AS ke China
A
A
A
WASHINGTON - Seorang mantan perwira CIA mengaku bersalah karena telah menyerahkan rahasia pertahanan dan intelijen Amerika Serikat (AS) ke China. Demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS, dalam kasus ketiga dengan rentang waktu kurang dari satu tahun.
Dikatakan oleh Departemen Kehakiman AS, Jerry Chun Shing Lee (54) didekati dua perwira intelijen China pada 2010 lalu. Mereka bersedia membayar USD100 ribu dan merawatnya seumur hidup untuk informasi yang diperolehnya sebagai agen CIA. Lee meninggalkan CIA pada 2007 dan pindah ke Hong Kong.
Ratusan ribu dolar kemudian dibayarkan ke rekening bank pribadi Lee antara 2010 dan 2013.
Pernyataan itu mengatakan Lee telah membuat thumb drive yang berisi informasi rahasia tentang kegiatan CIA dan lokasi serta kerangka waktu operasi yang sensitif.
Penggeledahan yang dilakukan FBI pada tahun 2012 di kamar hotel Honolulu yang terdaftar atas nama Lee juga ditemukan catatan tulisan tangannya tentang pekerjaannya sebagai petugas CIA sebelum 2004.
"Catatan ini termasuk, antara lain, data intelijen yang diberikan oleh aset CIA, nama asli aset, lokasi pertemuan operasional dan nomor telepon, serta informasi tentang fasilitas rahasia," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari CNBC News, Kamis (2/5/2019).
Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional John Demers mengatakan itu adalah kasus ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun di mana seorang mantan perwira intelijen AS mengaku bersalah atau dinyatakan bersalah berkonspirasi untuk menyerahkan rahasia pertahanan ke China.
"Setiap kasus ini merupakan pengkhianatan negara dan kolega yang tragis," katanya dalam pernyataan itu.
Hukuman Lee akan dijatuhkan pada 23 Agustus dan ia menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.
Sebelumnya pada bulan Maret, mantan perwira Badan Intelijen Pertahanan AS, Ron Rockwell Hansen, mengaku bersalah karena berusaha mengirimkan informasi rahasia ke China dan menerima ratusan ribu dolar saat bertindak sebagai agen untuk Beijing.
Juni lalu, mantan petugas kasus CIA lainnya, Kevin Mallory, dihukum atas tuduhan spionase karena menyerahkan dokumen rahasia ke China.
Minggu ini, Direktur FBI Christopher Wray mengatakan China merupakan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat menyangkut spionase ekonomi.
Bulan lalu, Departemen Kehakiman mengatakan seorang mantan insinyur dan pengusaha China dituduh melakukan spionase ekonomi dan berkonspirasi mencuri rahasia dagang dari General Electric dalam sebuah skema di mana pemerintah China memberikan dukungan finansial dan lainnya.
Dikatakan oleh Departemen Kehakiman AS, Jerry Chun Shing Lee (54) didekati dua perwira intelijen China pada 2010 lalu. Mereka bersedia membayar USD100 ribu dan merawatnya seumur hidup untuk informasi yang diperolehnya sebagai agen CIA. Lee meninggalkan CIA pada 2007 dan pindah ke Hong Kong.
Ratusan ribu dolar kemudian dibayarkan ke rekening bank pribadi Lee antara 2010 dan 2013.
Pernyataan itu mengatakan Lee telah membuat thumb drive yang berisi informasi rahasia tentang kegiatan CIA dan lokasi serta kerangka waktu operasi yang sensitif.
Penggeledahan yang dilakukan FBI pada tahun 2012 di kamar hotel Honolulu yang terdaftar atas nama Lee juga ditemukan catatan tulisan tangannya tentang pekerjaannya sebagai petugas CIA sebelum 2004.
"Catatan ini termasuk, antara lain, data intelijen yang diberikan oleh aset CIA, nama asli aset, lokasi pertemuan operasional dan nomor telepon, serta informasi tentang fasilitas rahasia," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari CNBC News, Kamis (2/5/2019).
Asisten Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional John Demers mengatakan itu adalah kasus ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun di mana seorang mantan perwira intelijen AS mengaku bersalah atau dinyatakan bersalah berkonspirasi untuk menyerahkan rahasia pertahanan ke China.
"Setiap kasus ini merupakan pengkhianatan negara dan kolega yang tragis," katanya dalam pernyataan itu.
Hukuman Lee akan dijatuhkan pada 23 Agustus dan ia menghadapi hukuman maksimum seumur hidup di penjara.
Sebelumnya pada bulan Maret, mantan perwira Badan Intelijen Pertahanan AS, Ron Rockwell Hansen, mengaku bersalah karena berusaha mengirimkan informasi rahasia ke China dan menerima ratusan ribu dolar saat bertindak sebagai agen untuk Beijing.
Juni lalu, mantan petugas kasus CIA lainnya, Kevin Mallory, dihukum atas tuduhan spionase karena menyerahkan dokumen rahasia ke China.
Minggu ini, Direktur FBI Christopher Wray mengatakan China merupakan ancaman terbesar bagi Amerika Serikat menyangkut spionase ekonomi.
Bulan lalu, Departemen Kehakiman mengatakan seorang mantan insinyur dan pengusaha China dituduh melakukan spionase ekonomi dan berkonspirasi mencuri rahasia dagang dari General Electric dalam sebuah skema di mana pemerintah China memberikan dukungan finansial dan lainnya.
(ian)