China Pampang Foto Pengemplang Pajak Sebelum Pemutaran Film Avengers

Kamis, 25 April 2019 - 17:09 WIB
China Pampang Foto Pengemplang...
China Pampang Foto Pengemplang Pajak Sebelum Pemutaran Film Avengers
A A A
BEIJING - China mempunyai cara tersendiri untuk memberikan sanksi sosial bagi para pengemplang pajak. Mereka sengaja menunjukkan foto para pengemplang pajak sebelum pemutaran film Avenger Endgame.

Seperti yang terlihat di di Xingxin Time Movie World di Lishui, provinsi Zhejiang. Penonton yang ingin menyaksikan film Avengers: Endgame disajikan sebuah film pendek berisi foto dan nama 60 pengemplang beserta jumlah tunggakan pajaknya.

Film pendek yang digagas oleh Pengadilan Distrik Liandu ini rencana akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Lishui sebelum pemutaran film. Tujuannya informasi itu dapat menjangkau lebih dari 2.000 orang per hari, kata pengadilan dalam sebuah posting di WeChat pada hari Rabu.

Postingan tersebut merinci konsekuensi yang dihadapi oleh para pengemplang, seperti pembatasan perjalanan, daftar hitam, dan paparan media.

"Dengan menunjukkan videonya, orang dapat mengetahui konsekuensi dari tidak memenuhi tanggung jawab Anda menurut hukum," kata pengadilan seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis (25/4/2019).

"Bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk membayar tetapi menolak atau berbohong terkait properti mereka, pengadilan akan mengambil langkah-langkah seperti membekukan properti mereka, menahan atau mendenda mereka, dan bahkan meminta mereka bertanggung jawab secara pidana," sambung postingan tersebut.

Rencanaya, para pengemplang pajak di China akan dipermalukan dengan menyiarkan nama dan wajah mereka di layar raksasa pada libur Hari Buruh pada 1 Mei mendatang.

Pengadilan telah menunjukkan daftar nama debitur dan informasi lain di bioskop dan layar digital selama setahun guna menekan mereka untuk melunasi kewajibannya. Pengadilan telah menunjuk 5.478 orang dan meminta lebih dari 80 untuk membayar hutang mereka jika mengetahui bahwa perusahaan mereka telah diumumkan ke publik.

Postinga di WeChat itu mengatakan seorang pria yang muncul dalam daftar di bioskop langsung melunasi tunggakan pajaknya sebesar USD7.430. Hal itu dilakukannya setelah seorang putrinya mengatakan kepadanya ia akan pergi ke bioskop dengan teman-temannya dan akan merasa malu jika foto ayahnya muncul di layar.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China telah mencoba membujuk dunia bisnis dan individu untuk mematuhi aturan melalui sistem kredit sosial.

Menurut laporan tahunan yang dirilis oleh Pusat Informasi Kredit China tahun lalu sekitar 17,46 juta orang telah "didiskreditkan" terbatas dalam membeli tiket pesawat dan 5,47 juta dilarang membeli tiket kereta api berkecepatan tinggi.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
1 jam yang lalu
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
3 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
6 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
7 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
8 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved